DABASAH, Radar Ijen - Penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terus digenjot di Bondowoso.
Program ini diharapkan mampu mempermudah pemenuhan kebutuhan masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi desa dan kelurahan.
Kasdim 0822 Bondowoso, Mayor Inf Teguh Heri Wignyono, menjelaskan bahwa KDKMP dirancang sebagai penggerak ekonomi dari level paling bawah.
Baca Juga: Wajib Pakai Meterai! Ini Panduan Format Surat Pernyataan KDMP 2026 Agar Lolos Seleksi Administrasi
Tujuannya untuk mengangkat ekonomi masyarakat mulai dari tingkat desa dan kelurahan.
Namun, dalam pelaksanaannya, pengembangan KDKMP masih menghadapi sejumlah kendala, salah satunya terkait ketersediaan lahan. Tidak semua desa memiliki tanah kas desa (TKD) yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung operasional koperasi.
Meski begitu, berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut. Salah satunya dengan menjalin komunikasi dan kerja sama dengan sejumlah pihak.
Termasuk bersurat ke pemerintah daerah, PTPN, Perhutani, hingga PT KAI untuk mencari titik lahan. “Selama tidak bertabrakan dengan rencana tata ruang wilayah, itu bisa dimanfaatkan,” ujarnya.
Dari total 65 KDKMP yang telah terbentuk, saat ini Bondowoso telah menerima 41 unit sarana operasional.
Bantuan tersebut meliputi kendaraan roda tiga jenis Tossa, pick up, hingga gerai operasional.
Distribusi dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan kesiapan masing-masing koperasi di lapangan.
“Setiap yang sudah tuntas dilaporkan, baru kendaraan didistribusikan. Dalam satu hingga dua hari kedepan akan datang lagi tiga unit,” ujarnya.
Ia menegaskan, proses penyaluran dilakukan dengan mekanisme yang jelas dan dilengkapi administrasi pertanggungjawaban. Penyerahan dilakukan kepada pengurus koperasi dengan melibatkan kepala desa serta instansi terkait. “Ini bukan kewenangan satu lembaga saja, tetapi sinergi semua pihak untuk mendorong kesejahteraan masyarakat desa,” pungkasnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi