radar jember - HARAPAN menerima insentif belum sepenuhnya terwujud, bagi ratusan guru ngaji di Bondowoso. Dari total 5.865 penerima, sebanyak 518 orang hingga kini masih belum menerima haknya. Kendalanya rekening bermasalah hingga proses pergantian bendahara di lingkungan pemerintah daerah.
Kabag Kesra Pemkab Bondowoso, Royhan Muktafi Billah, menjelaskan bahwa sebagian besar kendala terjadi pada rekening penerima.
“Ada 518 yang belum dicairkan karena ada beberapa kesalahan, salah satunya rekening yang bermasalah,” ujarnya.
Ia memaparkan, banyak guru ngaji hanya memiliki satu rekening khusus untuk menerima insentif.
Namun, rekening tersebut menjadi tidak aktif karena tidak digunakan untuk transaksi lain.
“Ketika insentif diambil semua dan tidak ada saldo untuk biaya administrasi bulanan, maka rekening dinonaktifkan oleh Bank Jatim,” ungkapnya.
Selain itu, terdapat pula guru ngaji pengganti yang belum memiliki rekening.
Kondisi ini membuat proses pencairan harus menunggu pembukaan rekening baru, yang otomatis memakan waktu.
Di sisi lain, pencairan sempat ditunda pasca-Lebaran agar tidak menghambat distribusi bagi ribuan penerima lainnya. Namun, saat proses dilanjutkan, muncul kendala baru berupa mutasi bendahara di Bagian Kesra.
“Saat ini kami masih menunggu SK perubahan bendahara. Pengajuan SK sudah kami lakukan sejak Rabu, 2 April 2026,” jelasnya.
Baca Juga: Sungai Bedadung Jember Jadi Tempat Wisata Dadakan, Ada Apa?
Untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, Pemkab kini memperketat proses verifikasi dan validasi data. Tidak lagi melalui asosiasi, melainkan melibatkan kecamatan serta Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) hingga tingkat ranting desa.
“Kami tidak lagi menggunakan asosiasi guru ngaji sesuai perintah Bupati. Harapannya, dengan melibatkan MWC dan ranting, penyaluran insentif lebih tepat sasaran,” tuturnya.
Langkah ini diambil setelah ditemukan adanya penerima yang tidak sesuai kriteria. Bahkan, sekitar 17 nama telah dihapus dan digantikan. Sementara itu, keterlambatan pencairan memicu keresahan di kalangan guru ngaji. Setidaknya 18 hingga 20 orang telah mendatangi kantor Kesra untuk menanyakan kepastian. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi