BADEAN, Radar Ijen - Abdullah, mahasiswa asal Bondowoso yang sedang menempuh pendidikan di Iran, akhirnya dapat bernafas lebih lega.
Setelah mendapat fasilitas pemulangan dari Dinas Sosial (Dinsos) Jatim, kemarin (16/4) malam. Setelah sebelumnya hidup berada dalam bayang-bayang ketakutan, akibat berada di wilayah konflik.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, Abdulla dipulangkan bersama empat orang lainnya di Jatim.
Baca Juga: Santri Terpaksa Belajar di Ruang Darurat, Hujan Deras Robohkan Kelas Pesantren di Bondowoso
Mereka berasal dari berbagai daerah, mulai dari Situbondo, Malang. Saat ini, mereka sudah berada di rumahnya masing-masing.
Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Jatim, Muchamad Arif Ardiansyah menyampaikan, proses pemulangan dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai pihak.
Sehingga mahasiswa, termasuk balita dan orang tuanya dapat dipulangkan. “Mulai dari KBRI, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah agar berjalan tertib,” ujarnya.
Baca Juga: Hari ini Mulai Pengecoran Perdana, Akhirnya Penggantian Jembatan Sentong Bondowoso Dimulai
Sebelumnya, Abdullah bersama empat orang lainnya, difasilitasi kepulangannya dari Iran menuju Indonesia oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).
Pasca tiba di Jakarta, kemudian difasilitasi untuk melanjutkan perjalanan menuju Surabaya oleh Badan Penghubung (Banhub) Jatim.
Setelah tiba di Surabaya, mereka diserahkan kepada Dinsos Jatim, untuk dipulangkan ke rumah masing-masing dengan, menggandeng Dinsos kabupaten/kota setempat.
“Jika nantinya ada tambahan pemulangan warga asal Jawa Timur, kami akan menyesuaikan fasilitasi dengan kebutuhan di lapangan agar prosesnya tetap berjalan lancar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bondowoso dr Moch Imron mengatakan, Abdullah merupakan mahasiswa asal Desa Taman, Kecamatan Grujugan.
Berdasarkan keterangan keluarga, mahasiswa itu menjalani pendidikan di Iran sejak empat tahun lalu.
Baca Juga: Pemkab Bondowoso Bentuk Satgas MBG Dibentuk di Tingkat Kecamatan
“Dari hasil asesmen, pihak keluarga membenarkan yang bersangkutan adalah putranya yang sedang kuliah di Iran,” imbuhnya.
Dia juga menyebut, Abdullah dipulangkan akibat situasi yang dianggap tidak kondusif. Pasca perang antara Iran dan Amerika beberapa waktu silam.
Kepulangannya dijemput langsung oleh ayahnya di kantor Dinsos Bondowoso. “Dilakukan prosedur serahterima WNI kepala keluarganya yang diwakili ayahanda,” pungkasnya. (ham)
Editor : Ilham Wahyudi