WRINGIN, Radar Ijen - Hujan deras disertai angin kencang merobohkan atap ruang kelas Pondok Pesantren Nurud Dhalam, Desa/Kecamatan Wringin, Bondowoso. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, puluhan santri kini harus belajar di ruang darurat.
Aktivitas belajar di Pondok Pesantren Nurud Dhalam, Desa Wringin, Kecamatan Wringin, mendadak terganggu setelah satu ruang kelas ambruk.
Insiden itu dipicu cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari sebelumnya.
Baca Juga: TBC Masih Mengancam Semua Kalangan, Bisa Sembuh Asal Patuh Berobat
Bangunan kelas berukuran 7 x 7 meter tersebut roboh pada bagian atap setelah diterjang hujan deras disertai angin kencang pada Selasa (14/4). Saat kejadian, ruang tersebut biasa digunakan oleh 26 santri.
“Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material ditaksir mencapai Rp 50 juta,” kata Kristianto Putro Prasojo, Kalaksa BPBD Bondowoso.
Tim Pusdalops dan TRC BPBD Bondowoso langsung turun ke lokasi pada Jumat (17/4) untuk melakukan asesmen.
Peninjauan dilakukan bersama pemerintah kecamatan dan desa setempat guna memastikan kondisi bangunan serta langkah penanganan lanjutan.
Dari hasil asesmen, bangunan dinilai tidak lagi aman untuk digunakan. “Proses belajar mengajar sementara dialihkan ke ruangan lain, yang lebih layak,” tuturnya.
Baca Juga: Fasilitas Bakal Ditanggung Daerah, DPRD Bondowoso Nilai Peran PPL Perlu Disinkronkan
BPBD juga merekomendasikan agar pemerintah desa dan kecamatan segera mengajukan permohonan bantuan kepada Bupati Bondowoso dengan tembusan sejumlah instansi terkait, termasuk Kementerian Agama, BPBD, hingga Perkim.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dan berdampak pada fasilitas publik, termasuk lembaga pendidikan. Pemerintah daerah pun diharapkan segera mengambil langkah cepat, agar kegiatan belajar para santri bisa kembali berjalan normal dan aman. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi