Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Lawan TBC dari Udara, RSUD Koesnadi Edukasi Warga Lewat Talkshow Interaktif

Faqih Humaini • Jumat, 17 April 2026 | 11:20 WIB
MENJELASKAN: dr. Yuspriatna saat memberikan edukasi terkait TBC
MENJELASKAN: dr. Yuspriatna saat memberikan edukasi terkait TBC

 

BONDOWOSO, Radar Ijen – Upaya menekan angka kasus Tuberkulosis (TBC) terus digencarkan.

Salah satunya melalui talkshow interaktif yang digelar RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso bersama Radio Mahardika, Kamis (16/4).

 Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia yang jatuh setiap 24 April.

Baca Juga: Kemiskinan Masih Diangka 12,2 Persen, Pemkab Bondowoso Genjot Validasi Data dan Strategi Terpadu

Dalam siaran tersebut, masyarakat diajak lebih mengenal TBC sebagai penyakit menular yang masih menjadi ancaman serius.

Edukasi difokuskan pada pentingnya pencegahan, deteksi dini, serta kepatuhan dalam menjalani pengobatan agar penyakit dapat disembuhkan secara tuntas.

Dokter spesialis paru RSUD dr. H. Koesnadi, dr. Yus Priyatna Adryanto,menjelaskan bahwa TBC disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis yang umumnya menyerang paru-paru.

Baca Juga: Pemkab Bondowoso Gercep Langsung Siapkan Rehabilitasi Untuk RTLH Bagi Korban Kebakaran

Namun, dalam beberapa kasus, infeksi juga bisa menyebar ke organ tubuh lain.

Menurutnya, TBC bukan penyakit turunan ataupun akibat hal mistis.

Penyakit ini menular melalui udara saat penderita batuk, bersin, atau berbicara tanpa menutup mulut.

 “TBC adalah penyakit infeksi yang bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat dan teratur,” ujarnya.

Gejala utama yang perlu diwaspadai adalah batuk berdahak selama dua minggu atau lebih.

 Selain itu, penderita juga dapat mengalami demam berkepanjangan, batuk darah, nyeri dada, keringat malam, hingga penurunan berat badan.

Masyarakat diminta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala tersebut.

Untuk memastikan diagnosis, pemeriksaan dahak dilakukan minimal dua kali, disertai penunjang seperti rontgen dada.

Sementara pengobatan TBC dilakukan dalam dua tahap, yakni fase intensif selama 2–3 bulan dan tahap lanjutan hingga total pengobatan mencapai enam bulan lebih.

Dr. Yus menegaskan, keberhasilan terapi sangat ditentukan oleh kedisiplinan pasien.

Penghentian obat sebelum waktunya berisiko menyebabkan TBC resisten obat yang lebih sulit ditangani.

Ia juga mengingatkan pentingnya pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan.

Melalui talkshow ini, RSUD dr. H. Koesnadi berharap kesadaran masyarakat meningkat.

 Dengan deteksi dini, pengobatan teratur, serta perilaku hidup sehat, TBC dapat dikendalikan.

 “Mari bersama mencegah dan mengendalikan TBC demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Bondowoso,” pungkasnya. (faq)

 

 

Editor : Faqih Humaini
#Pemkab Bondowoso #TBC #Bondowoso