DABASAH, Radar Ijen - Derasnya aliran sungai yang sempat menerjang pemukiman warga kini mulai diredam. Pemkab Bondowoso bergerak cepat dengan mengalokasikan anggaran belanja tak terduga (BTT), sebesar Rp 500 juta untuk penanganan darurat di tujuh titik terdampak bencana.
Fokus utama penanganan adalah pemasangan bronjong di sejumlah lokasi rawan. Upaya ini dilakukan sebagai langkah awal untuk menahan laju air agar tidak kembali meluap ke pemukiman dan lahan pertanian.
Baca Juga: DPR RI Terus Soroti Konflik Lahan di Ijen Bondowoso yang Tak Kunjung Usai
Kalaksa BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan seluruh anggaran tersebut difokuskan untuk pemasangan bronjong di tujuh titik yang tersebar di beberapa wilayah, di antaranya Desa Ampelan (Wringin), Desa Klekean (Botolinggo), Kecamatan Sukosari, serta empat titik di Desa Wonoboyo, Kecamatan Klabang. “Bronjong semua di tujuh titik,” katanya.
Kepala Dinas BSBK, Anshori, menegaskan penanganan dilakukan secara kolaboratif lintas sektor.
Selain BPBD dan Dinas BSBK, Dinas Perumahan dan Permukiman juga dilibatkan, terutama untuk menangani rumah tidak layak huni (RTLH) yang terdampak. “Lintas sektor untuk penanganan ini,” ujarnya.
Baca Juga: Belum Selesai Isu Motor Listrik, BGN Disorot Soal Pengadaan Kaos Kaki dan 32.000 Laptop!
Dalam peninjauan lapangan di Desa Wonoboyo, terdapat empat titik prioritas yang menjadi fokus awal.
Di antaranya jembatan kawasan Gapura, aliran Sungai Gunung Putri yang berbatasan dengan Situbondo, serta sejumlah titik lain yang mengalami kerusakan akibat banjir.
Sebagai langkah cepat, bronjong dipasang di titik-titik tersebut.
Meski bersifat sementara, upaya ini dinilai cukup efektif menahan derasnya aliran air.
Sebelumnya, tanpa penghalang, air dengan mudah menerjang rumah warga dan merusak lahan pertanian.
Tak hanya itu, kerusakan juga terjadi pada infrastruktur penghubung antarwilayah. Jembatan yang menghubungkan Desa Leprak dan Wonoboyo kini hanya bisa dilalui melalui akses darurat.
Pemerintah daerah pun mulai menyiapkan rencana jangka panjang. Perbaikan permanen jembatan akan diusulkan melalui skema Perubahan APBD, dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 500 juta.
“Ini penanganan jangka panjang yang lebih komprehensif,” pungkasnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi