radar jember - MESKI ratusan sekolah di Bondowoso dalam kondisi rusak. Namun, pemkab tak bisa berbuat banyak. Dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), tak ada anggaran untuk perbaikan sekolah. Semua harapan bergantung pada pemerintah pusat.
Diketahui, sekolah rusak di Indonesia, termasuk di Bondowoso, ditangani langsung oleh Pemerintah Pusat, melalui Kemendikdasmen.
Baca Juga: Jembatan Sentong Bondowoso Masih Pengerjaan Perbaikan, Warga Harus Melek Peringatan
Pemerintah menargetkan perbaikan sebanyak 60 ribu sekolah rusak pada tahun ini, dengan skema swakelola, melalui program revitalisasi sekolah.
Melihat peluang tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Bondowoso, Taufan Restuanto langsung bergerak cepat.
Dia mengusulkan sebanyak 105 unit sekolah dasar (SD) rusak, serta 46 unit sekolah menengah pertama (SMP) di Bondowoso, untuk diperbaiki tahun ini.
“Kami mengikuti arahan dari pemerintah pusat untuk itu,” tuturnya.
Dikonfirmasi terkait kondisi siswa di sekolah yang sudah rusak parah, Taufan menegaskan, proses belajar mengajar tetap dilakukan di sekolah yang bersangkutan, dengan memanfaatkan ruang belajar yang masih tersedia.
“Mitigasinya tetap di sekolah itu, memaksimalkan yang ada. Tidak sampai kemudian harus pindah,” imbuhnya.
Sementara itu, wali murid SDN Kelabang II Bondowoso, Mosleh, mengaku cemas melihat kondisi bangunan yang semakin rapuh. Namun, para orang tua tidak memiliki banyak pilihan selain tetap menyekolahkan anak-anak mereka di tempat tersebut.
“Kami berharap pemerintah segera memperbaiki agar mereka bisa belajar dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Guru SDN Klabang II, Mula Wiji Lestari mengatakan, kerusakan bangunan sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir
Pihak sekolah juga telah melaporkan kondisi tersebut kepada instansi terkait, namun hingga kini belum ada kepastian mengenai perbaikan.
"Kami khawatir sewaktu-waktu bangunan ini roboh saat anak-anak sedang belajar,” pungkasnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi