Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Banyak Sekolah Rusak di Bondowoso, Klaim Perbaikan Urusan Pemerintah Pusat

Ilham Wahyudi • Rabu, 15 April 2026 | 09:53 WIB
SEMAKIN PARAH: Kondisi SD Negeri Kelabang II meski sudah rusak parah, tapi tetap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. (DOK RADAR IJEN)
SEMAKIN PARAH: Kondisi SD Negeri Kelabang II meski sudah rusak parah, tapi tetap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. (DOK RADAR IJEN)

radar jember - MESKI ratusan sekolah di Bondowoso dalam kondisi rusak. Namun, pemkab tak bisa berbuat banyak. Dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), tak ada anggaran untuk perbaikan sekolah. Semua harapan bergantung pada pemerintah pusat.

Diketahui, sekolah rusak di Indonesia, termasuk di Bondowoso, ditangani langsung oleh Pemerintah Pusat, melalui Kemendikdasmen.

Baca Juga: Jembatan Sentong Bondowoso Masih Pengerjaan Perbaikan, Warga Harus Melek Peringatan

Pemerintah menargetkan perbaikan sebanyak 60 ribu sekolah rusak pada tahun ini, dengan skema swakelola, melalui program revitalisasi sekolah.

Melihat peluang tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Bondowoso, Taufan Restuanto langsung bergerak cepat.

Dia mengusulkan sebanyak 105 unit sekolah dasar (SD) rusak, serta 46 unit sekolah menengah pertama (SMP) di Bondowoso, untuk diperbaiki tahun ini. 

“Kami mengikuti arahan dari pemerintah pusat untuk itu,” tuturnya.

Dikonfirmasi terkait kondisi siswa di sekolah yang sudah rusak parah, Taufan menegaskan, proses belajar mengajar tetap dilakukan di sekolah yang bersangkutan, dengan memanfaatkan ruang belajar yang masih tersedia.

Baca Juga: Spesialis Pengamanan dan Penyelamatan Aset, David Palapa Duarsa Nahkodai Kejari Bondowoso, Punya Karakter Turun Langsung ke Lapangan

“Mitigasinya tetap di sekolah itu, memaksimalkan yang ada. Tidak sampai kemudian harus pindah,” imbuhnya.

Sementara itu, wali murid SDN Kelabang II Bondowoso, Mosleh, mengaku cemas melihat kondisi bangunan yang semakin rapuh. Namun, para orang tua tidak memiliki banyak pilihan selain tetap menyekolahkan anak-anak mereka di tempat tersebut.

“Kami berharap pemerintah segera memperbaiki agar mereka bisa belajar dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Guru SDN Klabang II, Mula Wiji Lestari mengatakan, kerusakan bangunan sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir

 Pihak sekolah juga telah melaporkan kondisi tersebut kepada instansi terkait, namun hingga kini belum ada kepastian mengenai perbaikan.

"Kami khawatir sewaktu-waktu bangunan ini roboh saat anak-anak sedang belajar,” pungkasnya. (ham/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#Dinas Pendidikan #sekolah rusak #Bondowoso