Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ratusan Calon Kepsek Berebut Posisi, Dispendik bondowoso Tekankan Kualitas Pemimpin Sekolah

Faqih Humaini • Selasa, 14 April 2026 | 22:59 WIB
MENGIKUTI: Sejumlah bakal calon kepala sekolah saat mengikuti proses seleksi. (FAQIH/RJ)
MENGIKUTI: Sejumlah bakal calon kepala sekolah saat mengikuti proses seleksi. (FAQIH/RJ)

 

BONDOWOSO, Radar Jember – Kebutuhan akan pemimpin sekolah yang adaptif dan berkualitas mendorong Dinas Pendidikan (Dispendik) Bondowoso memperketat proses seleksi calon kepala sekolah. 

Sebanyak 120 bakal calon kepala sekolah (BCKS) kini bersaing dalam tahapan seleksi substansi yang menjadi penentu arah kepemimpinan pendidikan ke depan.

Baca Juga: Tunggakan Pajak ada Konsekuensinya, Begini Penjelasan Bapenda Bondowoso

Seleksi ini diikuti peserta dari jenjang TK, SD hingga SMP yang sebelumnya lolos administrasi dari total 153 pendaftar.

Prosesnya dibagi dalam dua sesi untuk memastikan seluruh peserta dapat mengikuti ujian secara optimal.

Kepala Dispendik Bondowoso, Taufan Restuanto, menegaskan bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini tidak cukup dijawab dengan kemampuan administratif semata.

Baca Juga: Spesialis Pengamanan dan Penyelamatan Aset, David Palapa Duarsa Nahkodai Kejari Bondowoso, Punya Karakter Turun Langsung ke Lapangan

Kepala sekolah dituntut memiliki kepemimpinan yang kuat, inovatif, dan mampu menjawab dinamika perubahan.

“Seleksi ini bukan sekadar formalitas. Kami ingin memastikan calon kepala sekolah memiliki kompetensi utuh, baik dari sisi kepribadian, sosial, maupun profesional,” ujarnya.

Menurutnya, penilaian difokuskan pada tiga aspek utama.

Baca Juga: Mutasi Kejaksaan: David Palapa Duarsa Pimpin Kejari Bondowoso, Dzakiyul Fikri Naik Jabatan

Yakni kompetensi kepribadian yang mencerminkan integritas dan keteladanan, kompetensi sosial dalam membangun komunikasi serta kolaborasi, dan kompetensi profesional yang mencakup kemampuan manajerial, kewirausahaan, hingga supervisi pendidikan.

Dalam ujian tersebut, peserta dihadapkan pada 70 soal berbasis kasus yang relevan dengan kondisi nyata di sekolah.

Waktu pengerjaan selama 120 menit menuntut peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat.

“Model soal berbasis kasus ini penting untuk melihat bagaimana calon kepala sekolah menyikapi persoalan riil di lapangan,” jelasnya.

Taufan menambahkan, kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai motor penggerak peningkatan mutu pendidikan.

 Karena itu, seleksi dilakukan secara ketat agar menghasilkan figur pemimpin yang mampu membawa perubahan di satuan pendidikan.

Hasil seleksi substansi ini nantinya akan menjadi dasar penentuan calon kepala sekolah yang siap ditempatkan sesuai kebutuhan dan regulasi yang berlaku di Bondowoso.

“Harapannya, yang terpilih benar-benar siap memimpin dan meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah masing-masing,” pungkasnya. (faq) 

Editor : Faqih Humaini
#Pemkab Bondowoso #Dispendik Bondowoso #Bondowoso