NANGKAAN, Radar Ijen - Penutupan total Jembatan Sentong di Kelurahan Nangkaan, Kecamatan Bondowoso, mulai diberlakukan seiring dimulainya proyek pembangunan.
Kondisi ini membuat akses utama warga terputus, sehingga aktivitas sehari-hari harus menyesuaikan dengan jalur alternatif yang tersedia.
Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi proyek agar meningkatkan kewaspadaan. Ia menegaskan, keselamatan menjadi hal utama yang harus diperhatikan selama proses pembangunan berlangsung.
"Harus patuhi setiap aturan yang sudah ditetapkan," katanya.
Menurutnya, penutupan jembatan dilakukan karena kondisi fisik sudah tidak memungkinkan untuk dilalui.
Oleh karena itu, warga diminta tidak memaksakan diri melintas di area proyek demi menghindari risiko kecelakaan.
“Untuk warga masyarakat yang membutuhkan perlintasan di sana, harap berhati-hati dan betul-betul mematuhi imbauan dari pemerintah,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap rambu dan petunjuk yang telah dipasang di sekitar lokasi.
Hal tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga keamanan masyarakat selama pengerjaan berlangsung.
Selain itu, Wabup meminta masyarakat untuk bersabar selama proses pembangunan jembatan. Proyek tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan infrastruktur yang nantinya akan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Ia berharap, dengan dukungan dan kedisiplinan warga, proses pembangunan dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Dengan demikian, jembatan yang tengah dikerjakan bisa segera difungsikan kembali dengan kondisi yang lebih aman dan layak digunakan.“Yang terpenting, mari kita sama-sama menjaga keselamatan selama proyek berlangsung,” pungkasnya. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi