DABASAH, Radar Ijen - Tabung hijau 3 kilogram bukan sekadar barang dagangan. Bagi banyak warga, itulah penopang dapur sehari-hari, yang kini dijaga ketat agar tak salah sasaran.
Pasca sejumlah warga mengeluh mendapatkan barang subsidi tersebut.
Pagi itu, aktivitas di salah satu agen LPG di Bondowoso tampak seperti biasa. Truk datang, tabung diturunkan, lalu didistribusikan.
Namun kali ini berbeda, sejumlah polisi tampak memantau langsung proses tersebut. Mulai dari distribusi hingga pemasaran semuanya diperiksa, (13/4).
Kapolres Bondowoso AKBP Dr Aryo Dwi Wibowo menegaskan, pengawasan ini bukan tanpa alasan. LPG 3 kilogram adalah kebutuhan pokok masyarakat kecil yang harus benar-benar dijaga.
"Kami akan terus memperkuat pengawasan terhadap penyaluran LPG 3 Kg guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat," tegasnya.
Pengawasan dilakukan melalui Satreskrim dengan menggandeng instansi terkait dari pemerintah daerah.
Baca Juga: Update Emas: Harga Emas Antam Melonjak Hari Ini, Kembali ke Level Rp2,86 Juta
Tim gabungan yang dipimpin Kasat Reskrim Iptu Wawan Triono bersama Kanit Pidsus Ipda Bayu Aji Wicaksono turun langsung ke lapangan, menyisir agen-agen LPG.
“Sesuai perintah pimpinan, kami bersama intansi dari Pemda Kabupaten Bondowoso terus memperkuat pengawasan terhadap penyaluran LPG 3 Kg,” kata Iptu Wawan.
Bukan sekadar melihat, mereka memastikan setiap tahapan berjalan sesuai aturan. Dari proses distribusi hingga pemasaran, semuanya dicek.
“Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses penyaluran berlangsung lancar, aman, serta sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.
Di balik pengawasan itu, ada kekhawatiran yang ingin ditekan, yakni penimbunan dan penyalahgunaan.
Karena bagi banyak warga, tabung hijau itu bukan pilihan, melainkan kebutuhan.
“Kami ingin memastikan bahwa LPG bersubsidi harus benar benar diterima oleh masyarakat yang berhak,” ujarnya.
Pengawasan dilakukan rutin. Bukan hanya untuk menjaga ketertiban, tetapi juga memastikan dapur masyarakat tetap menyala. “Pengawasan rutin diharapkan mampu mencegah potensi kelangkaan sejak dini,” pungkasnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi