Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Perbaikan Jembatan Sentong Bondowoso Diprediksi Selesai November Konstruksinya Diganti Pakai Beton

Ilham Wahyudi • Selasa, 14 April 2026 | 07:49 WIB

 

DISIAPKAN: Pekerja menyiapkan besi yang akan dipakai untuk pembangunan Jembatan Sentong. (DOK RADAR IJEN)
DISIAPKAN: Pekerja menyiapkan besi yang akan dipakai untuk pembangunan Jembatan Sentong. (DOK RADAR IJEN)

radar jember - BORE Pile itu berdiri kokoh di tengah Jembatan Sentong yang ambruk sejak 23 Februari lalu. Sejumlah pekerja juga tampak sibuk menyiapkan besi berukuran besar.

Meski demikian, sejumlah warga tetap berlalu lalang, menyebrang dengan berjalan kaki.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, proses penggantian total Jembatan Sentong akan dilakukan besok (15/4).

Dengan anggaran mencapai Rp 17,5 Miliar, waktu pengerjaannya mencapai 8 bulan.

Baca Juga: Melihat Progres Jembatan Sentong Bondowoso Diganti, Tetap Melintas di Atas Jembatan Meski Was was

Sehingga jembatan yang menghubungkan Bondowoso-Jember itu, diprediksi rampung pada November mendatang.

Sebelumnya, Kasi Pembangunan dan Peningkatan Jalan UPT PJJ Jember pada Dinas PU Bina Marga Jatim, Budi Hartono menyampaikan, jembatan sentong akan diganti dengan jembatan yang menggunakan konstruksi beton. Panjang jembatan mencapai 45 meter dengan lebar 14 meter.

“Untuk pagu (anggaran, red) Rp 17,5 Miliar,” katanya.

Dengan konstruksi beton, jembatan dianggap akan lebih kokoh. Pasca sebelumnya hanya memakai konstruksi jembatan lengkung yang dibangun pada masa Belanda. Kekuatan jembatan baru, setara dengan jembatan kelas satu. Sehingga kekuatan tonasenya lebih dari 30 ton.

Pasca jembatan ambruk, akses lalu lintas di Jembatan Sentong ditutup total untuk semua jenis kendaraan.

Baca Juga: Ratusan Rumah Terdampak Banjir Wonoboyo Mulai Dibangun Lewat Program RTLH, Begini Kata Bupati Bondowoso

Hal itu membuat pengendara harus melewati jalur alternatif yang lebih jauh. Namun, warga masih memanfaatkan jembatan untuk menyebrang dengan berjalan kaki.

Di sekitar lokasi, warga sekitar juga membuat jasa penitipan kendaraan atau parkir.

Pengendara dapat menitipkan kendaraannya, serta membayar seikhlasnya. Petugas penitipan motor, Syamsul mengatakan, jasa penitipan motor dibuka sejak Sabtu 7 Maret 2026 lalu.

Menurutnya, saat sore hari dan pagi hari volume kendaraan yang dititip banyak dibanding siang hari. Kalau di pagi hari, ada juga pegawai yang kantornya ada di seberang jembahari. Sementara sore hari orang mau belanja sehingga jumlahnya bisa sampai 100-an motor.

“Kalau pegawai, pagi naruh, siang balik. Baru sore hari naruh lagi,” pungkasnya. (ham)

Editor : M. Ainul Budi
#bina marga #Jembatan #Bondowoso