Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Jembatan Darurat Dibangun 14 Hari, BPBD Bondowoso Sebut Gunakan Dana BTT Rp 75 Juta

Faqih Humaini • Senin, 13 April 2026 | 21:55 WIB
kondisi jembatan darurat dari kayu yang dipergunakan untuk warga melintas jalan kaki sementara waktu. (DOK RADAR IJEN)
kondisi jembatan darurat dari kayu yang dipergunakan untuk warga melintas jalan kaki sementara waktu. (DOK RADAR IJEN)
radar jember - PENUTUPAN total Jembatan Sentong di Kelurahan Nangkaan, Kecamatan/Kabupaten Bondowoso, langsung direspons cepat oleh pemerintah daerah.

Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), jembatan darurat kini mulai dibangun sebagai akses alternatif bagi warga, dengan target pengerjaan rampung dalam waktu dua pekan.

Kepala BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan darurat tersebut menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).

Nilai anggaran yang dialokasikan mencapai Rp75 juta, difokuskan untuk penyediaan material serta proses konstruksi di lapangan.

Baca Juga: Melihat Progres Jembatan Sentong Bondowoso Diganti, Tetap Melintas di Atas Jembatan Meski Was was

"Jadi kami buat jembatan ini agar mobilitas warga sekitar juga tidak terkendala," katanya.

Menurutnya, jembatan darurat ini dibangun menggunakan material kayu berukuran besar yang disusun sebagai struktur utama. Desain tersebut dipilih menyesuaikan kondisi lapangan sekaligus mempertimbangkan efisiensi waktu pengerjaan. “Istilahnya pakai potongan kayu besar-besar, karena peruntukannya memang untuk pejalan kaki,” ujarnya.

Meski diperuntukkan bagi pejalan kaki, pihaknya tetap merancang kekuatan jembatan dengan mempertimbangkan beban yang lebih besar.

Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi agar struktur tetap aman saat digunakan. Namun demikian, kendaraan bermotor dipastikan tidak diperbolehkan melintas di atas jembatan darurat tersebut.

Kristianto menjelaskan, sebelum difungsikan, jembatan akan melalui proses uji kelayakan terlebih dahulu.

Baca Juga: Ratusan Rumah Terdampak Banjir Wonoboyo Mulai Dibangun Lewat Program RTLH, Begini Kata Bupati Bondowoso

Pengujian dilakukan untuk memastikan kekuatan struktur, termasuk simulasi beban dengan sejumlah orang yang melintas secara bersamaan. “Nanti kita uji dulu sebelum digunakan, kita pastikan aman,” tegasnya.

Untuk pengguna sepeda, ia menyarankan agar tetap berhati-hati dengan cara menuntun sepeda saat melintas.

Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan serta mengurangi beban dinamis pada jembatan.

Selain itu, desain akses masuk dan keluar jembatan juga akan disesuaikan agar tetap aman bagi pengguna.

Pengerjaan jembatan darurat ini ditargetkan selesai dalam waktu 14 hari sejak dimulai. Proses pembangunan juga melibatkan unsur masyarakat setempat, terutama dalam pekerjaan teknis di lapangan.

BPBD memastikan seluruh aspek, mulai dari ketinggian, kekuatan hingga jalur akses, disesuaikan dengan standar keamanan agar jembatan dapat digunakan secara optimal selama masa perbaikan Jembatan Sentong berlangsung. (faq/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
BPBD Jembatan Bondowoso