Setelah beberapa waktu terputus, warga akhirnya melihat tanda-tanda perbaikan.
Namun dibalik deru alat berat, tersimpan kegelisahan, kapan benar-benar dimulai, dan seberapa cepat jembatan itu kembali menyambung kehidupan?
ILHAM WAHYUDI, Nangkaan - Radar Ijen
Aktivitas di sekitar Jembatan Sentong, Desa Sukowiryo, Kabupaten Bondowoso mulai berubah. Jika sebelumnya, hanya warga lalu-lalang berjalan kaki di atas jembatan yang ambles, kini alat berat perlahan mengisi ruang yang lama sepi dari aktivitas pembangunan.
Namun, bagi warga, kehadiran eskavator dan bore pile belum sepenuhnya menjawab, kegelisahan yang sudah berlarut sejak jembatan itu ambruk pada Februari lalu. Abdul Azis, warga Kecamatan Tenggarang masih setia dengan rutinitas lamanya.
Menitipkan sepeda motor di sisi jembatan, lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Cara itu terpaksa ditempuh karena jalur alternatif terlalu jauh dan sering macet. “Kalau lewat jalur alternatif lebih lama,” ujarnya.
Bagi pria yang akrab disapa Acek itu, perubahan mulai terasa dalam beberapa hari terakhir.
Ia melihat alat berat sudah datang, pekerja pun mulai tampak di lokasi. Namun, kepastian kapan pembangunan dimulai masih menjadi tanda tanya.
“Kabarnya sudah mau dihancurkan total. Cuma mulainya kapan, saya tidak tahu,” katanya.
Baca Juga: Gerak Cepat Tangani Banjir Wonoboyo, Pemerintah Bondowoso Bangun Bronjong di Empat Titik Rawan
Sementara itu, Muhlisin Lahuddin, Warga Desa Sukowiryo mengatanan, hingga kemarin (13/4) masih bisa melintas di Jembatan Sentong, meski sejumlah alat berat sudah terlibat.
Para pekerja juga tampak sibuk menyiapkan rangka besi berukuran besar. “Kalau ditutup total, nanti mau gak mau harus lewat jalur alternatif yang memutar,” ujarnya.
Selama jembatan belum benar-benar diperbaiki, warga seperti hidup dalam dua pilihan yang sama-sama berat, memutar jauh atau bertaruh keselamatan dengan melintas di jembatan rusak. “Semoga segera diperbaiki. Apalagi kalau saya baca di berita itu, waktu perbaikannya delapan bulan,” pungkasnya. (bud)
Editor : M. Ainul Budi