NANGKAAN, Radar Ijen - Beberapa hari terakhir, deru alat berat mulai terdengar di sekitar Jembatan Sentong, Desa Sukowiryo, Bondowoso.
Eskavator dan truk crane berdiri di lokasi yang sejak akhir Februari lalu menjadi titik putus mobilitas warga. Hal tersebut menjadi tanda akan dimulainya penggantian jembatan yang ambles beberapa waktu terakhir.
Namun, di tengah kondisi itu, aktivitas tak benar-benar berhenti. Warga tetap melintas. Bukan dengan kendaraan, melainkan berjalan kaki di atas sisa jembatan yang masih bisa dilewati.
Baca Juga: Info Lalin Jember: Hendak Liburan ke Bondowoso, Mini Bus Ini Malah Terbakar di Jelbuk
Samsu, warga Desa Bataan, adalah salah satunya. Setiap hari, ia harus mencari cara agar tetap bisa beraktivitas tanpa harus memutar terlalu jauh.
“Iya, kan ada penitipan sepeda motor itu,” ungkapnya.
Motor ditinggal di sisi utara atau selatan jembatan. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyeberangi jembatan.
Pilihan itu bukan tanpa alasan. Jalur alternatif yang tersedia dinilai terlalu jauh dan rawan macet, terutama pada jam-jam sibuk.
Selama hampir sebulan pasca-ambles pada 23 Februari 2026 lalu, aktivitas pembangunan belum terlihat. Karena itu, warga memilih bertahan dengan cara seadanya. Kini, tanda-tanda perbaikan mulai muncul.
“Katanya cek tanah, terus kabarnya sudah mau dihancurkan total. Cuma mulainya kapan, saya tidak tahu,” ujarnya.
Baca Juga: Gerbang Tol Prosiwangi Resmi Dibuka, Mobilitas ke Bondowoso Melesat
Hal serupa disampaikan Firman, warga Desa Sumberpandan, Kecamatan Grujugan. Ia masih bisa melintas berjalan kaki, meski ketidakpastian waktu pembangunan membuat warga hanya bisa menunggu. “Hari ini saya masih bisa melintas jalan kaki di jembatan. Tidak tahu kapan pastinya perbaikan dilakukan,” katanya.
Di sisi lain, upaya darurat mulai disiapkan. Warga bersama panitia pembangunan jembatan darurat mulai menerima material berupa bambu dan kayu.
Jembatan sementara itu nantinya diperuntukkan bagi pejalan kaki dan sepeda ontel.
“Tadi Pak RT menghubungi kami, bahan-bahannya sudah datang,” ujar Lukman Beril, Ketua Panitia Pembangunan Jembatan Darurat.
Jembatan darurat tersebut direncanakan dibangun di jalur Perumahan Taman Nangkaan Estate. Targetnya, bisa digunakan sebelum akses utama benar-benar ditutup total. “Estimasi pembuatan sekitar 14 hari. Rencananya segera, mungkin besok mulai dibuat,” ucapnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi