DABASAH, Radar Ijen - Kabar baik bagi calon jemaah haji Bondowoso. Kuota keberangkatan tahun 2026 bertambah, membuat jumlah jemaah tembus 916 orang dan terbagi dalam tiga kloter.
Sebelumnya, pada Januari lalu, kuota yang ditetapkan hanya sebanyak 902 jemaah.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Bondowoso, Astono, menjelaskan penambahan kuota ini merupakan dampak perubahan kebijakan penetapan kuota haji secara nasional.
Baca Juga: Gerbang Tol Prosiwangi Resmi Dibuka, Mobilitas ke Bondowoso Melesat
“Penetapan kuota sekarang tidak lagi berdasarkan jumlah penduduk muslim, tetapi berdasarkan jumlah waiting list. Di Jawa Timur ada penambahan sekitar 7.000 jemaah,” ujarnya.
Dengan tambahan tersebut, Bondowoso kini memiliki tiga kelompok terbang (kloter), yakni kloter 85 dan 86 yang dijadwalkan berangkat pada 13 Mei 2026, serta kloter 87 pada 14 Mei 2026. Seluruhnya masuk dalam gelombang kedua keberangkatan.
Astono menegaskan, kuota tersebut tidak akan berkurang meskipun terdapat jemaah yang batal berangkat karena sakit, meninggal dunia, atau mengundurkan diri.
Hal ini karena telah disiapkan jemaah cadangan hingga 40 persen dari total kuota.
Baca Juga: Harga Plastik Melonjak Tinggi, Wakil Ketua DPRD Bondowoso Punya Saran Begini
Namun, mekanisme penggantian tidak hanya berasal dari Bondowoso, melainkan berdasarkan antrean tingkat provinsi Jawa Timur. “Cadangan itu sistemnya provinsi, jadi otomatis yang di bawahnya akan naik, tidak harus dari kabupaten yang sama,” jelasnya.
Dari sisi kesiapan, seluruh administrasi JCH Bondowoso dipastikan telah rampung. Mulai dari pelunasan biaya haji, paspor, hingga visa sudah selesai diproses.
Saat ini, jemaah hanya tinggal menunggu distribusi koper sebelum keberangkatan. “Semua sudah tuntas, tinggal menunggu koper saja,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga meningkatkan intensitas pembinaan bagi Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom).
Jika sebelumnya pembinaan hanya dilakukan satu kali, tahun ini ditingkatkan menjadi lima kali. Langkah ini bertujuan agar setiap regu memiliki pemimpin yang benar-benar memahami manasik haji, bahkan diarahkan menjadi “kiai regu” dan “kiai rombongan”. “Harapannya setiap regu sudah ada yang paham betul tentang manasik,” tandasnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi