Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pemkab Bondowoso Terus Perhatikan Penggunaan Gas Melon, Tekankan Tepat Sasaran dan Kesadaran Warga

Faqih Humaini • Rabu, 8 April 2026 | 17:24 WIB

 

DIKONTROL TERUS: Salah seorang petugas saat meninjau stok gas lpg 3kg di pangkalan. (FAQIH/RJ)
DIKONTROL TERUS: Salah seorang petugas saat meninjau stok gas lpg 3kg di pangkalan. (FAQIH/RJ)

BLINDUNGAN, Radar Ijen - Pemerintah Kabupaten Bondowoso mulai mendorong penghematan penggunaan elpiji 3 kilogram (LPG melon) sebagai respons atas imbauan efisiensi energi dari pemerintah pusat.

Langkah ini tidak hanya berorientasi pada pengurangan konsumsi, tetapi lebih pada memastikan distribusi gas bersubsidi benar-benar tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak.

Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menegaskan bahwa persoalan utama LPG bukan terletak pada ketersediaan stok, melainkan ketepatan penggunaannya di tengah masyarakat.

Baca Juga: Dinkes Bondowoso: Stok Vaksin Imunisasi Campak Diklaim Aman

Menurutnya, masih ditemukan penggunaan gas subsidi oleh kalangan yang sebenarnya tidak berhak.

“Persoalannya bukan sekadar ada atau tidak, tapi siapa yang menggunakan. Ini yang harus kita benahi bersama,” ujar bupati yang akrab disapa Ra Hamid.

Ia menjelaskan, hingga kini pemerintah daerah masih menunggu instruksi resmi dari pemerintah pusat terkait kebijakan lanjutan penggunaan LPG.

Baca Juga: Transparansi Dikedepankan, Kejari Bondowoso Musnahkan BB 72 Perkara Dalam 7 Bulan Terakhir Secara Terbuka, ini Kasus yang Paling Dominan

Meski sempat muncul wacana pengalihan energi ke listrik serta imbauan penghematan, kebijakan tersebut belum memiliki dasar formal untuk diterapkan di daerah.

“Belum ada sampai saat ini keputusan instruksi resmi tentang LPG. Walaupun ada imbauan kemarin, termasuk pengalihan ke listrik, tapi belum ada kebijakan resminya. Kita berharap masyarakat bisa memanfaatkan kondisi ini dengan bijak,” tambahnya.

Ra Hamid menegaskan bahwa LPG 3 kilogram sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu, khususnya yang masuk kategori desil 1 hingga 5. Karena itu, ia meminta masyarakat di luar kategori tersebut memiliki kesadaran untuk tidak menggunakan gas bersubsidi.

“LPG melon itu untuk masyarakat yang tidak mampu. Jadi kami imbau yang di luar itu untuk tidak menggunakan. Kasihan yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, juga telah menyampaikan pentingnya efisiensi penggunaan energi di tengah dinamika global. Imbauan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pengelolaan energi harus semakin bijak dan berkelanjutan.

Pemkab Bondowoso berharap kesadaran kolektif masyarakat menjadi kunci utama agar distribusi LPG bersubsidi tetap tepat sasaran dan berkeadilan. Selain itu, pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna memastikan kebijakan yang nantinya diterapkan benar-benar efektif di lapangan.

Masyarakat juga diimbau untuk bijak dalam menggunakan energi serta berperan aktif mengawasi distribusi LPG di lingkungannya. Jika ditemukan indikasi penyalahgunaan, warga diminta segera melaporkan agar penyaluran subsidi tidak melenceng dari tujuan utamanya, yakni membantu masyarakat yang paling membutuhkan. (faq/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#Gas LPG #Abdul Hamid Wahid #Bondowoso