Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dibalik Cerita Prajurit yang Bertugas ke Lebanon, Lima Kali Ditinggal Tugas, Tetap Memilih Untuk Tegar

Ilham Wahyudi • Rabu, 8 April 2026 | 12:44 WIB
TEGAR: Apriliana Setyawan, salah seorang istri prajurit TNI 514 Sabadda Yudha menemui suaminya bersama anaknya sebelum berangkat ke Lebanon. (ILHAM/RJ)
TEGAR: Apriliana Setyawan, salah seorang istri prajurit TNI 514 Sabadda Yudha menemui suaminya bersama anaknya sebelum berangkat ke Lebanon. (ILHAM/RJ)

Bela negara menjadi tugas dan kewajiban seorang prajurit TNI. Termasuk harus jauh-jauhan dengan keluarga karena tugas negara. Itu yang dirasakan Apriliana Setyawan yang sementara waktu harus LDR-ran dengan sang suami karena terbang ke Lebanon, begini kisah haru dan perjuangannya.

ILHAM WAHYUDI, CURAHDAMI, Radar Ijen 

Air mata tak bisa ditahan, ketika ratusan prajurit berdiri tegap di lapangan. Di balik barisan itu, ada keluarga yang harus belajar ikhlas, melepas orang tercinta demi sebuah tugas negara.

Pelukan hangat, doa lirih, hingga swafoto bersama menjadi momen yang tak terelakkan. Sebab, setelah mengikuti Pre-Deployment Training (PDT) di Bogor, para prajurit akan langsung diberangkatkan menjalankan misi perdamaian dunia di bawah naungan PBB.

Baca Juga: Percepat Layanan dan Tekan Antrean, Disparbudpora Bondowoso Terapkan Cashless Untuk Jelajah Wisata

Di sudut lapangan, Apriliana Setyawan tampak duduk bersama dua anaknya. Ia memeluk erat anak keduanya yang masih terlelap, sementara anak sulungnya sesekali bertanya polos. “Mana Papa, Ma?”

Pandangan Apriliana tak lepas dari barisan prajurit, mencari sosok suaminya di antara ratusan personel yang bersiap menjalankan tugas negara. Bagi perempuan 36 tahun itu, momen seperti ini bukan yang pertama.

Sejak 2016, sang suami sudah lima kali menjalankan penugasan, mulai dari Atambua, Ambon, hingga Papua dan kini Lebanon. “Sudah lima kali ditinggal tugas suami saya sejak 2016,” ujarnya.

Meski telah terbiasa, ia mengakui perasaan khawatir kali ini jauh lebih besar. Situasi di Lebanon yang tengah memanas menjadi bayang-bayang yang sulit diabaikan.

Apalagi, kini ia dan suaminya hanya saling bergantung satu sama lain. Kedua orang tua dan mertuanya telah tiada. “Jadi benar-benar kami ini berdua saja. Tidak ada siapa-siapa lagi,” ungkapnya.

Baca Juga: Puncak Kemarau Agustus Hingga September, BPBD Bondowoso Siapkan Langkah Antisipasi Terpadu

Namun di tengah kegundahan itu, Apriliana memilih tetap tegar. Ia sadar, menjadi istri prajurit berarti harus siap ditinggal demi tugas negara. Sebelum keberangkatan, doa bersama telah digelar.

Ia pun menggantungkan harapannya pada doa yang tak pernah putus. 

“Doa saya, semoga saya dikuatkan dan dia disehatkan,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Tak mudah menjalani hari-hari tanpa suami, terlebih kedua anaknya baru saja pulih dari perawatan rumah sakit akibat operasi amandel dan infeksi pencernaan. Meski demikian, ia berusaha tetap kuat.

Salah satunya dengan menghindari berita-berita yang bisa menambah kecemasan. “Supaya tidak kepikiran, biar tetap fokus mengurus anak,” pungkasnya.

 

Editor : M. Ainul Budi
#prajurit tni #lebanon #Bondowoso