BALI, Radar Ijen - Dari lapangan kecil di daerah, langkah itu kini menembus panggung internasional.
Akmal Faisal Alvaro, pesepak bola muda asal Bondowoso, sukses mengunci gelar juara dalam ajang Bali7’s International Youth Football Tournament 2026.
Turnamen yang berlangsung pada 3–5 April 2026 itu bukan ajang biasa. Sekitar 500 peserta dari berbagai akademi sepak bola, baik nasional maupun internasional, turut ambil bagian.
Persaingan berlangsung ketat, dengan level permainan tinggi. Namun di tengah kerasnya kompetisi, Akmal justru tampil menonjol.
Pemain binaan SSB Arseko Bondowoso yang kini memperkuat SSB Karlos Malang itu, menjadi bagian penting dalam keberhasilan timnya meraih Juara I kategori U14 Gold.
Ia dipercaya mengisi posisi center back, posisi krusial yang menuntut ketenangan, kecerdasan membaca permainan, sekaligus kepemimpinan di lini belakang.
Perannya tak tergantikan. Disiplin menjaga pertahanan, kuat dalam duel, dan mampu mengorganisir lini belakang, membuat timnya sulit ditembus lawan sepanjang turnamen.
Prestasi ini sekaligus menegaskan bahwa talenta dari daerah tidak bisa dipandang sebelah mata.
Baca Juga: Jangan Terlewat Jadwal Lengkap Babak Final Four Proliga 2026: Lengkap Jadwal Jam Mainnya
Di luar lapangan, Akmal adalah siswa kelas VIII di MTsN 2 Bondowoso. Ia menjalani dua dunia sekaligus, pendidikan dan sepak bola, dengan konsistensi yang tak banyak dimiliki remaja seusianya.
Kesuksesan itu juga tak lepas dari dukungan keluarga. Sang ayah, Aipda Faisal Amir, anggota Polri yang bertugas di Polsek Taman Krocok, menjadi salah satu sosok penting di balik perjalanan Akmal.
“Sejak kecil dia sudah cinta sepak bola. Kami hanya berusaha mendukung agar potensinya berkembang,” ujarnya.
Aipda Faisal Amir, selalu memberikan dukungan pada putranya. Bahkan dia secara langsung datang ke Bali, hanya untuk menyaksikan putranya bertanding di lapangan hijau.
Dalam kehidupan sehari-hari, Akmal Faisal Alvaro mendapatkan pengawasan ketat untuk latihan, dari sang ayah.
“Sebelum berangkat sekolah harus olahraga dulu. Meskipun dengan muka manyun, tetap saya paksa. Karena tak ada hasil yang mengkhianati usaha,” tuturnya.
Bagi Bondowoso, capaian ini bukan sekadar gelar juara. Ini adalah sinyal kuat bahwa daerah memiliki potensi besar di bidang olahraga, khususnya sepak bola usia muda.
Namun, prestasi ini juga menyimpan pesan penting. Bahwa talenta seperti Akmal membutuhkan perhatian serius.
Baca Juga: 114 Rumah Diperbaiki, Ribuan Lain Masih Menunggu, Pemkab Bondowoso Terus Hadirkan Program RLTH
Dukungan pemerintah daerah, pembinaan berkelanjutan, hingga penghargaan layak menjadi bagian dari ekosistem yang harus dibangun.
Sebab, dari lapangan-lapangan sederhana itulah, lahir pemain-pemain yang mampu membawa nama daerah ke panggung dunia.
Akmal telah membuktikannya. Kini, tinggal bagaimana Bondowoso menjaga bara itu tetap menyala. (ham)
Editor : Ilham Wahyudi