radar jember - PEMKAB Bondowoso mulai menerapkan langkah efisiensi dengan membatasi penggunaan mobil dinas di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kebijakan ini menjadi bagian dari respons cepat terhadap dinamika geopolitik global yang berdampak pada kondisi nasional, termasuk sektor energi dan anggaran daerah.
Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan, pembatasan tersebut tidak sekadar penghematan biasa, melainkan langkah strategis untuk menjaga stabilitas keuangan daerah di tengah ketidakpastian global.
Baca Juga: ASN Kabupaten Bondowoso Wajib Adaptif Hadapi Tantangan Global
ASN pun didorong untuk mulai beradaptasi dengan menggunakan moda transportasi alternatif yang lebih efisien dan hemat biaya operasional.
“Penggunaan mobil dinas akan kami kurangi. ASN kami dorong untuk memanfaatkan transportasi alternatif sebagai bagian dari upaya efisiensi yang harus dilakukan bersama,” ujarnya usai rapat koordinasi
Menurutnya, situasi global, khususnya konflik di Timur Tengah, berpotensi memicu kenaikan harga energi dan berdampak langsung pada beban anggaran pemerintah.
Karena itu, langkah antisipatif perlu dilakukan sejak dini agar tidak mengganggu jalannya pemerintahan maupun pelayanan publik.
Selain pembatasan mobil dinas, Pemkab Bondowoso juga tengah menyiapkan sejumlah kebijakan penyesuaian lain, termasuk pengaturan pola kerja ASN.
Salah satunya melalui skema Work From Home (WFH) yang akan diselaraskan dengan kebijakan pemerintah pusat dan provinsi.
Baca Juga: Kenaikan Kotak Plastik Thinwall Paling Terasa di Jember, Ini Keluhan Sejumlah Pelaku UMKM
“Kami mengikuti arah kebijakan yang ada. Dari provinsi ada WFH hari Rabu, sementara pusat di hari Jumat. Ini masih kami bahas lebih lanjut agar implementasinya tepat dan tidak mengganggu pelayanan,” jelasnya.
Abdul Hamid menambahkan, seluruh kebijakan yang diambil tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan efektivitas.
Pemerintah daerah tidak ingin langkah efisiensi justru menurunkan kualitas layanan kepada masyarakat.
“Kami pastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal. Efisiensi ini bukan untuk mengurangi kinerja, tapi justru memperkuat ketahanan daerah menghadapi situasi global yang tidak menentu,” tegasnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkab Bondowoso berharap mampu menjaga keseimbangan antara efisiensi anggaran dan kualitas layanan, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi dampak lanjutan dari krisis global. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi