Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

ASN Kabupaten Bondowoso Wajib Adaptif Hadapi Tantangan Global

Faqih Humaini • Selasa, 7 April 2026 | 13:34 WIB
MENGIKUTI DENGAN SEKSAMA: Sejumlah ASN Pejabat Pemkab Bondowoso saat mengikuti rapat bersama di kantor Pemda. (FAQIH/RJ)
MENGIKUTI DENGAN SEKSAMA: Sejumlah ASN Pejabat Pemkab Bondowoso saat mengikuti rapat bersama di kantor Pemda. (FAQIH/RJ)

BADEAN, Radar Ijen - Pemerintah Bondowoso mulai mengencangkan langkah efisiensi sebagai respons atas dinamika global dan keterbatasan energi. Salah satu strategi utamanya adalah mendorong transformasi budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) agar lebih adaptif, produktif, dan berorientasi hasil.

Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi, menegaskan bahwa kebijakan efisiensi yang diinisiasi pemerintah pusat harus dijalankan secara konsisten hingga ke tingkat daerah.

Menurutnya, perubahan pola kerja ASN menjadi bagian penting dalam menciptakan birokrasi yang lebih tangkas menghadapi situasi global yang terus berkembang.

Baca Juga: Dandim 0822 Bondowoso Lepas Prajurit TNI Berangkat ke Lebanon, Ini Kisah Harunya yang Punya Misi Besar

"Maka dari itu penyesuaian itu wajib kami persiapkan," katanya.

Ia menyebutkan, penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas utama dalam transformasi tersebut.

 ASN tidak hanya dituntut meningkatkan kompetensi teknis, tetapi juga menjaga integritas serta etika kerja yang berlandaskan regulasi. Dengan begitu, pelayanan publik dapat berjalan lebih optimal dan berkualitas.

Selain itu, Pemkab Bondowoso mulai melakukan rasionalisasi perjalanan dinas. Setiap agenda kini harus memiliki urgensi yang jelas serta berdampak langsung terhadap kinerja organisasi.

Baca Juga: Tiga Nama Muncul di Muscab PKB Bondowoso, DPP Akui Proses Pemetaan dari Bawah

Belanja daerah pun difokuskan pada program prioritas, khususnya yang berkaitan dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Indikator Kinerja Utama (IKU).

Di sisi lain, optimalisasi potensi daerah juga terus didorong sebagai penopang ekonomi.

Sektor pertanian dan perkebunan masih menjadi tulang punggung dengan kontribusi sekitar 28 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Selain itu, penguatan UMKM juga dinilai mampu meningkatkan daya tahan ekonomi masyarakat.

Pemkab juga mengembangkan program berbasis kemandirian seperti Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

Program ini mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam kebutuhan pangan dan budidaya ikan, sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus menekan pengeluaran rumah tangga. 

“Target pendapatan daerah juga kita dorong meningkat. Dari sebelumnya sekitar Rp323 miliar, kini menjadi Rp328 miliar pada 2026. Ini menunjukkan tren positif yang harus terus dijaga,” ujarnya.

Ia optimistis, dengan transformasi budaya kerja yang konsisten, Bondowoso mampu menghadapi tantangan global dan menjaga keberlanjutan pembangunan daerah. (faq/BUD)

 

Editor : M. Ainul Budi
#sekda #Bondowoso #ASN