Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

WADUH! Pemkab Bondowoso Tak Ada Anggaran Perbaikan Sekolah Rusak dari APBD

Ilham Wahyudi • Selasa, 31 Maret 2026 | 14:13 WIB
Taufan Restuanto
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Bondowoso
Taufan Restuanto Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Bondowoso

TAMANSARI, Radar Ijen - Ratusan sekolah di Bondowoso, mulai dari SD hingga SMP dalam kondisi memprihatinkan. Sehingga siswa harus belajar di bawah bayang-bayang kekhawatiran.

Meski demikian, tak ada anggaran yang disiapkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2026.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, perbaikan sekolah rusak di Indonesia, termasuk di Bondowoso, ditangani langsung oleh Pemerintah Pusat, melalui Kemendikdasmen.

Baca Juga: Pemkab Bondowoso Terus Dorong Penguatan Koordinasi Pengelolaan Ijen Geopark

Pemerintah menargetkan perbaikan sebanyak 60 ribu sekolah rusak pada tahun ini, dengan skema swakelola.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Bondowoso, Taufan Restuanto mengatakan, kewenangan perbaikan sekolah rusak di Kota Tape diambil oleh Pemerintah Pusat, melalui program revitalisasi sekolah.

 “Kalau di APBD Kabupaten, kami tidak menganggarkan,” katanya.

Meski demikian, Taufan mengaku, sudah mengusulkan sebanyak 105 unit sekolah dasar (SD) rusak, serta 46 unit sekolah menengah pertama (SMP) di Bondowoso, untuk diperbaiki tahun ini.

 “Kami mengikuti arahan dari pemerintah pusat untuk itu,” tuturnya.

Sementara jumlah sekolah rusak di Bondowoso mencapai 300 unit lebih lembaga. Kategori kerusakannya beragam, mulai dari rusak ringan, sedang hingga berat. “Masih menunggu pemerintah pusat. Tapi di link itu, kami sudah mengusulkan,” imbuhnya.

Diketahui, usulan perbaikan sekolah rusak dapat dilakukan melalui aplikasi digital, revit.kemendikdasmen.go.id untuk memastikan transparansi berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Baca Juga: Bupati Bondowoso: Tembakau Lokal Masih Jadi Pilar Ekonomi Masyarakat

 Presiden Prabowo Subianto memprioritaskan renovasi 300 ribu sekolah rusak, secara bertahap dalam empat tahun, dengan fokus awal 60 ribu sekolah di seluruh Indonesia.

Dikonfirmasi terkait kondisi siswa di sekolah yang sudah rusak parah, Taufan menegaskan, proses belajar mengajar tetap dilakukan di sekolah yang bersangkutan, dengan memanfaatkan ruang belajar yang masih tersedia.

 “Mitigasinya tetap di sekolah itu, memaksimalkan yang ada. Tidak sampai kemudian harus pindah,” pungkasnya. (ham/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#APBD #anggaran #Sekolah #dispendik #Bondowoso