Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Cerita Komunitas Masyarakat di Bondowoso Tambal Jalan Secara Swadaya, Tak Mau Terus Ada Korban Berjatuhan

Ilham Wahyudi • Jumat, 27 Maret 2026 | 13:15 WIB
MANDIRI: Warga di Kecamatan Pujer memperbaiki jalan menggunakan swadaya. Mereka tak ingin terus ada insiden kecelakaan.
MANDIRI: Warga di Kecamatan Pujer memperbaiki jalan menggunakan swadaya. Mereka tak ingin terus ada insiden kecelakaan.

PUJER, Radar Ijen - Kerusakan jalan yang tak kunjung tertangani, juga mendorong warga Kecamatan Pujer bergerak sendiri. Dengan dana pribadi pengusaha lokal dan swadaya masyarakat, jalan berlubang sepanjang sekitar tiga kilometer mulai ditambal menjelang Lebaran.

Kegiatan tersebut melibatkan warga yang tergabung dalam Majelis Sholawat Jibril serta Komunitas Sigap Pujer.

Perbaikan jalan juga mendapat dukungan dana pribadi dari seorang pengusaha showroom mobil di Pujer, Agus Suhartono.

Baca Juga: Program Rantas Pemkab Bondowoso Terus Berlanjut: 134 Titik Jalan Akan Diperbaiki Tahun Ini

Prik, salah satu warga Pujer yang juga bekerja di usaha tersebut, menjelaskan bahwa jalan berlubang yang diperbaiki berada di jalur utama kecamatan dengan panjang sekitar tiga kilometer.

“Sudah hampir 3 kilometer jalan berlubang yang kita tambal sulam. Kedalamannya bervariasi, makanya kita menyediakan 100 sak aspal Cold Mix,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi lubang di sepanjang jalan tersebut cukup beragam, baik dari segi kedalaman maupun lebar, sehingga membutuhkan material aspal dalam jumlah cukup banyak.

Sementara itu, Ketua Komunitas Sigap Pujer, Syaiful Bari, mengatakan bahwa kegiatan tersebut berawal dari dukungan dana pribadi Agus Suhartono.

Baca Juga: Perhatikan Penguatan Masyarakat Sekitar, Pemkab Bondowoso Terus Siapkan Berkas Administrasi Revalidasi UGG Ijen

Selain itu, masyarakat juga ikut berpartisipasi melalui donasi sukarela yang hingga kini telah terkumpul sekitar Rp 1,5 juta.

Namun dana swadaya tersebut sementara belum digunakan karena pengerjaan masih memanfaatkan stok aspal, koral, pasir, serta alat stamper yang disediakan oleh Agus.

 “Ini hanya perbaikan jalan berlubang (tambal sulam), jadi bukan perbaikan total,” jelasnya.

Menurut Syaiful, aksi ini dilatarbelakangi keresahan warga terhadap kondisi jalan rusak, yang dinilai belum sepenuhnya terjangkau perbaikan melalui anggaran pemerintah.

Sementara itu, sejumlah pengendara dilaporkan sempat terjatuh akibat lubang jalan yang cukup dalam. (ham/bud)

Editor : M. Ainul Budi
#Sholawat #jalan rusak #Komunitas #Bondowoso