BADEAN, Radar Ijen - Sejumlah fasilitas di Taman Lalu Lintas di Kelurahan Badean, Kecamatan Bondowoso terlihat rusak.
Padahal taman tersebut digagas sebagai sarana edukasi disiplin berlalu lintas sejak dini bagi anak-anak.
Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, Lampu taman tampak roboh.
Cat rambu-rambu lalu lintas memudar. Spanduk informasi tentang rambu-rambu lalu lintas juga terlihat rusak. Sehingga tempat itu jarang dimanfaatkan oleh warga.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bondowoso, Sigit Purnomo, mengatakan taman tersebut memang diperuntukkan sebagai taman edukasi, untuk menanamkan disiplin berlalu lintas sejak usia dini.
Apalagi angka kecelakaan lalu lintas masih tergolong tinggi sehingga edukasi sejak dini dianggap penting sebagai langkah mitigasi. "Penanaman nilai-nilai kedisiplinan berlalu lintas dan berkendara sejak dini," jelasnya.
Namun, Sigit mengakui perawatan taman tersebut tidak mudah. Salah satu kendala utamanya adalah keterbatasan anggaran.
Selain perawatan, taman ini juga masih membutuhkan berbagai sarana pendukung seperti kendaraan edukasi, motor, mobil-mobilan, hingga alat peraga lainnya.
"Ya, memang sarprasnya belum bisa tercukupi karena efisiensi anggaran," jelasnya.
Ke depan, Dishub berencana mencari solusi melalui konsep pentaheliks agar pengelolaan taman tidak sepenuhnya bergantung pada APBD.
Kerja sama tersebut bisa melibatkan akademisi, dunia pendidikan, hingga media.
"Media bisa memberikan pemahaman serta pembelajaran akan pentingnya disiplin berlalu lintas," tambahnya.
Ketua Komisi III DPRD Bondowoso, Sutriyono, menegaskan bahwa taman lalu lintas bukan sekadar tempat bermain, melainkan taman edukasi.
Namun, ia menyayangkan kondisi fasilitas yang terlihat kurang terawat karena keterbatasan anggaran.
"Problemnya memang di anggaran," jelasnya.
Politisi PKB tersebut menyarankan agar setelah fasilitas lengkap, taman itu bisa dibuka untuk umum melalui kunjungan terjadwal bagi lembaga pendidikan. Ia juga menilai pemerintah daerah perlu menyusun peta jalan pengelolaan fasilitas publik agar manfaatnya tidak berkurang.
"Perlu didiskusikan aset itu dibangun untuk apa dan bagaimana pemeliharaannya, sehingga nilai manfaatnya tidak berkurang," pungkasnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi