GRUJUGAN, Radar Ijen – Keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan, diproyeksikan menjadi penguat sektor pertanian di Kabupaten Bondowoso.
Selain sebagai pusat distribusi kebutuhan masyarakat desa, koperasi tersebut juga akan berperan sebagai penampung hasil panen petani.
Hal itu disampaikan Dandim 0822 Bondowoso Letkol Inf Prawito saat menggelar buka puasa bersama para jurnalis Bondowoso, pengurus KDMP Dadapan, serta jajaran TNI setempat, Jumat (6/3).
Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan berbagai manfaat strategis KDMP bagi perekonomian desa, khususnya di sektor pertanian.
Menurut Prawito, KDMP yang didirikan berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025 itu akan berfungsi sebagai offtaker atau penampung hasil pertanian warga.
Komoditas seperti beras, jagung, maupun hasil pertanian unggulan lainnya nantinya dapat langsung diserap oleh koperasi tersebut.
“Dengan adanya KDMP, petani tidak perlu bingung memasarkan hasil panennya. Koperasi ini akan menjadi tempat penampungan sekaligus jalur distribusi hasil pertanian masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sistem distribusi tersebut juga memungkinkan terjadinya perdagangan lintas daerah melalui mekanisme kerja sama antar-KDMP. Jika suatu daerah mengalami surplus produksi, hasil panen itu dapat disalurkan ke wilayah lain yang membutuhkan pasokan pangan.
“Misalnya Bondowoso surplus beras, sementara ada kabupaten lain yang membutuhkan suplai. Melalui jaringan KDMP ke KDMP, distribusi bisa dilakukan dengan lebih mudah dan terorganisir,” jelasnya.
Selain berfungsi menampung hasil panen, KDMP juga akan menjadi pusat rantai pasok bahan pangan untuk berbagai program pemerintah.
Salah satunya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG), di mana kebutuhan bahan makanan akan dipasok dari koperasi desa tersebut.
Prawito menegaskan, keterlibatan KDMP dalam rantai pasok program nasional itu diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi di tingkat desa. Dengan begitu, hasil pertanian masyarakat tidak hanya terserap, tetapi juga memiliki pasar yang lebih jelas dan berkelanjutan.
Untuk memastikan pengelolaannya berjalan profesional, KDMP Dadapan akan mendapat pendampingan selama dua tahun pertama dari PT Agrinas Pangan Nusantara. Pendampingan tersebut dilakukan hingga koperasi dinilai mampu mandiri dalam mengelola seluruh potensi ekonomi yang dimiliki desa. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi