DABASAH, Radar Ijen – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso mengingatkan masyarakat, khususnya mereka yang sering beraktivitas di lingkungan berlumpur maupun TPA, untuk disiplin menggunakan alat pelindung diri guna mencegah penularan penyakit leptospirosis.
Penyakit yang ditularkan melalui urin tikus ini berpotensi menyerang siapa saja yang bersentuhan langsung dengan area berisiko seperti persawahan, saluran air, hingga tempat pembuangan sampah.
Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso dr. Mohammad Jasin menegaskan bahwa penggunaan alat pelindung diri harus menjadi kebiasaan bagi masyarakat yang sering bersentuhan dengan lingkungan berisiko.
“Mereka yang sering bersentuhan dengan lingkungan berlumpur maupun area persampahan sebaiknya memakai sepatu boots dan sarung tangan. Cara sederhana ini bisa melindungi dari risiko terpapar leptospirosis,” ungkapnya.
Gejala awal leptospirosis sering kali mirip dengan penyakit demam lain, namun ada tanda khas berupa nyeri pada betis. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini bisa berkembang menjadi komplikasi serius, bahkan menyebabkan gagal ginjal.
“Kalau ada demam dan betis disentuh terasa nyeri, segera ke puskesmas. Jangan tunggu parah, karena penanganan dini akan mempercepat kesembuhan,” tegas Jasin.
Selain petani dan petugas kebersihan, masyarakat di lingkungan padat dan kumuh juga memiliki risiko tinggi. Tikus yang menjadi perantara penyakit mudah berkembang di area kotor dan lembap. Karena itu, kebersihan lingkungan menjadi kunci utama pencegahan.
Jasin mengingatkan, rumah tangga perlu lebih peduli terhadap pengelolaan sampah. “Sampah sebaiknya diikat dan dibuang ke TPS agar tidak mengundang tikus. Dengan lingkungan bersih, sumber penularan bisa ditekan,” ujarnya.
Selain menjaga kebersihan, pola hidup sehat juga sangat penting. Masyarakat dianjurkan rajin mencuci tangan dan kaki setelah beraktivitas, serta menjaga pola makan bergizi seimbang untuk memperkuat daya tahan tubuh. “Petani dan petugas kebersihan memang berada di garda terdepan yang berisiko. Namun dengan disiplin menjaga kebersihan diri dan lingkungan, penyakit ini bisa dicegah,” pungkasnya. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi