Radar Ijen - Api dari kompor itu masih menyala, sejumlah orang tampak sibuk mengolah berbagai menu makanan.
Mulai dari nasi hingga lauk pauknya. Pemandangan tersebut selalu terlihat dari ruangan kecil di Lapas Bondowoso, termasuk pada saat Hari Raya Idulfitri.
Namun, menu saat Idulfitri sedikit berbeda dari biasanya. Ada penyesuaian menu yang diberikan kepada warga binaan.
Petugas dapur biasanya memberikan menu opor ayam, bertujuan mengobati kerinduan terhadap masakan rumahan khas lebaran.
Baca Juga: Warga Bondowoso yang Hendak Mudik Ada Pelayanan Gratis Penitipan Kendaraan di Polres dan Polsek
Meski sedih tak bisa berkumpul dengan keluarga besarnya, petugas dapur Lapas Bondowoso, tetap berupaya memberikan kebahagiaan bagi para warga binaan.
Siapa sangka, hal tersebut justru dianggap sebagai pengobat kerinduan berkumpul bersama keluarga dirumah.
“Selain tidak bisa bersilaturahmi bersama keluarga besar. Kami juga tidak bisa menikmati masakan ibu, saat hari raya itu yang paling dicari,” kata Slamet Yulianto, Kasubsi Perawatan Lapas Bondowoso dengan wajah berkaca-kaca.
Baca Juga: Update Mudik Bondowoso: Terminal Ramai, Bus Diperiksa Ketat
Slamet sudah bekerja di Lapas Bondowoso selama 22 tahun. Dia mengaku, ada perasaan sedih, dalam momen kebahagiaan tersebut, karena tak bisa berkumpul dengan keluarga.
Namun mereka tetap bekerja secara profesional sesuai dengan tugasnya masing-masing. “Biasanya kami berkumpul dengan warga binaan. Di sana ada sedikit obat kerinduan kami bersama keluarga,” ujarnya.
Selain Slamet Yulianto, hal yang sama juga dirasakan oleh Teguh Dadang Triogo, pengolah bahan makanan Lapas Bondowoso.
Dia juga dipastikan tidak bisa berkumpul bersama keluarga, pada momentum hari raya Idulfitri. Karena harus menyiapkan menu makanan bagi ratusan warga binaan.
“Ini pengalaman pertama saya di bagian dapur. Jadi kalau dibilang sedih, ya sedih pastinya,” ucapnya.
Pria asal Bojonegoro itu, mengatakan, dalam moment Idulfitri ini ada masakan berupa opor ayam, yang khusus disediakan untuk para warga binaan.
“Kami berupaya bagaimana caranya, kami berikan cita rasa masakan ibu yang biasa dirasakan saat Lebaran,” imbuhnya.
Baca Juga: Bupati Bondowoso Sidak BBM hingga Bahan Pokok, Warga Diminta Tenang Stok Diklaim Masih Aman
Untuk menyiapkan menu tersebut, petugas akan memasak lebih awal dari hari-biasa. Mereka mulai memasak sejak jam 01.00 dini hari.
Padahal biasanya, mereka mulai memasak pada pukul 03.30 dini hari. Hal tersebut dilakukan, dengan mempertimbangkan persiapan salat Idulfitri dan kunjungan keluarga warga binaan.
“Sebelum salat ied, warga binaan makan terlebih dahulu,” pungkasnya. (ham/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh