BONDOWOSO, Radar Jember – Kabar menggembirakan datang bagi ribuan guru ngaji di Kabupaten Bondowoso menjelang Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso resmi mencairkan insentif tahun 2026 sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka dalam membina pendidikan keagamaan di tengah masyarakat.
Melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), sebanyak 5.865 guru ngaji dipastikan menerima bantuan tersebut.
Masing-masing penerima mendapatkan insentif sebesar Rp1.500.000 yang ditransfer langsung ke rekening pribadi.
Kepala Bagian Kesra Bondowoso, Muhammad Royhan, menjelaskan bahwa proses pencairan dilakukan secara bertahap.
Hal itu karena adanya proses verifikasi berjenjang, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.
Baca Juga: Warga Bondowoso Diminta Tetap Waspada Potensi Bencana Saat Momentum Lebaran
“Pencairan diprioritaskan bagi guru ngaji yang datanya lengkap dan memiliki rekening aktif,” ujarnya, Selasa (17/3).
Menurut Royhan, langkah verifikasi ini penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Terlebih, jumlah penerima cukup besar dan tersebar di seluruh wilayah Bondowoso.
Ia menambahkan, masih terdapat sejumlah data yang perlu pembenahan.
Seperti rekening tidak aktif maupun adanya perubahan penerima.
Untuk itu, pencairan bagi data bermasalah akan dilakukan setelah Lebaran.
“Untuk data yang masih bermasalah akan kami selesaikan setelah Lebaran,” imbuhnya.
Dari total penerima, sebanyak 518 guru ngaji dijadwalkan menerima insentif pada tahap lanjutan usai Hari Raya Idulfitri.
Sementara itu, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peran strategis guru ngaji.
Menurutnya, keberadaan guru ngaji tidak hanya sebatas mengajarkan membaca Al-Qur’an, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
“Guru ngaji adalah pilar penting dalam menjaga nilai-nilai keagamaan di masyarakat,” ungkapnya.
Ia menegaskan, insentif yang diberikan bukan sekadar bantuan finansial, melainkan bentuk penghargaan atas dedikasi yang selama ini telah diberikan.
“Insentif ini bukan sekadar bantuan, tetapi bentuk penghargaan atas dedikasi mereka,” tegasnya.
Bupati berharap, pencairan insentif ini dapat menjadi penyemangat bagi para guru ngaji untuk terus berkontribusi dalam membina generasi muda yang berakhlak dan berkarakter.
Pemkab Bondowoso juga berkomitmen untuk melanjutkan program tersebut secara berkelanjutan, sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan keagamaan di tengah masyarakat. (faq)
Editor : Faqih Humaini