Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

17 Kasus Campak Terdeteksi di Bondowoso Jelang Lebaran Idul Fitri, Warga Diminta Waspada tapi Tak Panik

Ilham Wahyudi • Rabu, 18 Maret 2026 | 15:02 WIB
BERI KETERANGAN: Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, dr Moh Jasin memberikan penjelasan kepada awak media. (Ilham/Erje)
BERI KETERANGAN: Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, dr Moh Jasin memberikan penjelasan kepada awak media. (Ilham/Erje)

KADEMANGAN, Radar Ijen - Kasus campak mulai terdeteksi di Bondowoso menjelang Lebaran. Sebanyak 17 suspek ditemukan, di tengah peningkatan kasus secara nasional, meski hasilnya masih menunggu hasil laboratorium.

Data tersebut saat ini masih dikirim ke laboratorium di Jawa Timur untuk memastikan jumlah kasus yang benar-benar positif.

Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, dr Moch Jasin mengatakan, kasus campak menjadi perhatian nasional karena terjadi peningkatan secara signifikan.

Baca Juga: Sengkarut Melodi Gas Melon di Kota Tape, Warga Mengeluh Langka hingga Harga Meroket Tajam

Secara nasional, hingga minggu ke-8 tahun 2026 tercatat 10.453 suspek campak, dengan 8.372 kasus terkonfirmasi positif dan enam kematian.

Menurutnya, temuan suspek di Bondowoso langsung ditindaklanjuti dengan langkah pencegahan.

Salah satunya melalui sweeping imunisasi campak, untuk anak usia 59 bulan ke bawah, sesuai dengan faktor risiko dan kejadian di lapangan.

Baca Juga: Pemudik yang Masuk ke Kawasan Kota Bondowoso Harap Waspada! Titik Strategis Sudah Ada CCTV

“InsyaAllah ketersediaan vaksin mencukupi. Selain dari pemerintah daerah juga dari pemerintah provinsi,” jelasnya.

Ia mengimbau orang tua segera membawa anaknya ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan imunisasi.

Selain itu, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat momen Lebaran yang identik dengan interaksi fisik.

 

Jika ditemukan penderita, disarankan untuk melakukan isolasi sederhana di rumah. Mulai dari menyediakan kamar khusus hingga memisahkan alat makan guna mencegah penularan.

“Kemudian untuk yang masih sehat tingkatkan daya tahan tubuhnya, konsumsi vitamin, terutama vitamin A,” imbaunya.

Ia juga mengingatkan pentingnya membatasi kontak langsung dengan anak-anak selama Lebaran. Gerakan tidak mencium atau memegang anak menjadi salah satu upaya pencegahan penularan.

Baca Juga: Didukung Puluhan Mitra Penggilingan, Serapan Gabah dari Petani Bondowoso Melejit Sejak Awal Tahun

“Tapi kalau gak positif ya gak apa-apa. Yang penting jaga kekebalan tubuh, terutama minum vitamin,” paparnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan gejala campak yang perlu diwaspadai. Di antaranya demam, muncul bercak merah di wajah, hingga batuk.

“Yang khas mata merah, merah bukan karena sakit mata tapi merah karena demam campaknya,” pungkasnya. (ham)

Editor : Ilham Wahyudi
#campak #Penyakit #Bondowoso