Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bupati Bondowoso Sidak BBM hingga Bahan Pokok, Warga Diminta Tenang Stok Diklaim Masih Aman

Ilham Wahyudi • Selasa, 17 Maret 2026 | 16:31 WIB
DIANTISIPASI: Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid memantau sejumlah tempat memastikan LPG hingga bahan pokok aman jelang lebaran. (ILHAM)
DIANTISIPASI: Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid memantau sejumlah tempat memastikan LPG hingga bahan pokok aman jelang lebaran. (ILHAM)

 

Radar Ijen - Menjelang Lebaran, pemerintah memastikan ketersediaan bahan pokok di Bondowoso aman. Meski terjadi kenaikan harga pada sejumlah komoditas, lonjakan masih dinilai wajar di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.

Tim gabungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso melakukan peninjauan ketersediaan dan harga bahan pokok menjelang Idul Fitri, kemarin (17/3). Peninjauan dipimpin langsung Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid bersama Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo, Pemimpin Perum Bulog Bondowoso Hesti Retno Kusumastuti, serta Kepala Diskoperindag Hergiar Yuli Pramanto.

Tiga lokasi menjadi sasaran peninjauan, yakni Agen LPG Mekar Djaya, Pasar Induk Bondowoso, serta SPBU Tamansari.

Baca Juga: Sita Rumah di Atas Tanah Hampir 2.000 Meter, Kejari Bondowoso Buru Aset Kasus Korupsi Dana Desa Padasan

Bupati Abdul Hamid Wahid memastikan stok bahan pangan di Bondowoso dalam kondisi aman meskipun terjadi peningkatan permintaan menjelang Lebaran. “Masih dalam angka wajar dan stok dipastikan aman,” ungkapnya.

Namun demikian, ia mengakui terdapat kenaikan harga pada sejumlah komoditas. Meski begitu, kenaikan tersebut masih dalam batas wajar.

Baca Juga: Bergerak Untuk Masyarakat, Komunitas di Bondowoso Ini Terus Upgrade Skill Tambal Jalan Agar Kualitasnya Tak Gampang Rusak

 Terkait keluhan masyarakat soal kelangkaan LPG 3 kilogram atau gas melon, Hamid menegaskan bahwa secara kuota, pasokan di Bondowoso masih mencukupi.

Menurutnya, stok cepat habis bukan karena kekurangan, melainkan akibat lonjakan konsumsi masyarakat. Kuota LPG bersubsidi juga tidak bisa ditambah secara mendadak karena harus melalui koordinasi dengan pemerintah pusat. Sebagai solusi, pemerintah daerah melakukan percepatan distribusi dengan memanfaatkan stok hari berikutnya.

“Kita tertibkan itu juga ya (penggunaan gas di hotel dan restoran),” pungkasnya. (ham)

Editor : M. Ainul Budi
#bupati bondowoso #sidak #Harga Bahan #Abdul Hamid Wahid #Bondowoso