TAMANAN, Radar Ijen - Kondisi jalan rusak di Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso kembali menjadi keluhan warga. Di sejumlah titik jalur alternatif yang menghubungkan Desa Wonosuko dan Kalianyar, lubang besar di badan jalan bahkan ditandai dengan pohon pisang oleh warga setempat.
Aksi tersebut bukan tanpa alasan. Warga menanam pohon pisang di tengah lubang sebagai penanda agar pengendara lebih waspada saat melintas.
Kondisi jalan yang rusak dinilai cukup membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua yang kerap melintas di jalur tersebut.
Warga Desa Kalianyar, Kecamatan Tamanan, Laili mengatakan kerusakan jalan di jalur alternatif Wonosuko–Kalianyar sudah cukup lama dikeluhkan masyarakat.
Lubang di badan jalan disebut berukuran besar dan berpotensi menyebabkan kecelakaan.
“Jalan alternatif Wonosuko–Kalianyar memang banyak yang rusak dan lubangnya cukup besar. Bahkan warga sekitar sampai memberi rambu dari bambu yang dibentangkan supaya pengendara lebih hati-hati, terutama motor,” ujarnya, kemarin (7/3).
Menurutnya, kondisi tersebut semakin berbahaya ketika malam hari. Selain tidak ada penerangan jalan, permukaan jalan juga kerap licin saat hujan turun.
“Kalau malam hari lebih rawan karena tidak ada lampu jalan. Apalagi setelah hujan, jalannya licin dan lubangnya sulit terlihat,” imbuhnya.
Keluhan serupa disampaikan Riki Sarosa, warga Desa/Kecamatan Tamanan. Ia menilai aksi menanam pohon pisang di tengah jalan rusak merupakan bentuk spontanitas warga agar pengendara tidak terperosok ke lubang.
“Kalau tidak diberi tanda, bisa berbahaya bagi pengendara. Apalagi banyak lubang yang cukup dalam. Makanya warga menaruh pohon pisang supaya terlihat dari jauh,” katanya.
Riki berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan.
Menurutnya, jalur tersebut cukup vital karena sering digunakan warga sebagai akses penghubung antar desa.
“Harapan kami tentu segera diperbaiki. Jalan ini sering dilalui warga, jadi kalau rusak seperti ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat,” pungkasnya. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi