radar jember - SEJUMLAH Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bondowoso mendadak dipadati pengendara, Sabtu (6/3) sore hingga malam. Antrean kendaraan mengular hingga puluhan meter.
Fenomena ini dipicu kekhawatiran warga setelah beredar isu bahwa cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional hanya tersisa sekitar 25 hari.
Pantauan di lapangan, antrean paling padat terjadi di SPBU Grujugan. Ratusan pengendara sepeda motor memenuhi area pengisian.
Bahkan, barisan kendaraan meluber hingga ke badan jalan sehingga sempat memperlambat arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Kondisi serupa juga terlihat di SPBU Maesan. Pengendara harus sabar menunggu giliran karena panjang antrean mencapai sekitar 100 meter.
Banyak warga memilih mengisi penuh tangki kendaraan sebagai langkah antisipasi jika terjadi kelangkaan BBM.
Salah seorang pengendara, Salamah, mengaku sengaja datang lebih awal untuk memastikan kebutuhan bahan bakarnya aman.
Ia mengaku khawatir setelah mendengar kabar bahwa cadangan BBM nasional hanya tersisa beberapa minggu.
“Infonya cadangan BBM tinggal 25 hari. Takut nanti kehabisan, jadi sekalian isi penuh,” ujarnya.
Ahmad, warga lainnya, juga mengaku resah dengan kabar tersebut. Ia mengatakan pekerjaannya yang setiap hari menggunakan kendaraan membuatnya tidak berani mengambil risiko jika BBM sulit didapat.
“Kalau sampai langka, mungkin saya pakai sepeda listrik. Tapi jelas lebih lama kalau untuk kerja,” katanya.
Sementara itu, Humaidi yang tengah melakukan perjalanan menuju Jember juga terpaksa ikut mengantre di SPBU Maesan.
Ia tidak ingin mengambil risiko kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan.
“Antreannya panjang sekali, mungkin hampir 100 meter. Tapi tetap harus isi karena mau perjalanan jauh,” keluhnya.
Menanggapi fenomena tersebut, PT Pertamina Patra Niaga memastikan stok dan distribusi BBM di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) dalam kondisi aman.
Area Manager Communication, Relation dan CSR Jatimbalinus Ahad Rahedi menegaskan bahwa antrean terjadi akibat perilaku panic buying masyarakat.
Pihaknya mengimbau warga tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan karena pasokan dipastikan tetap tersedia. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi