Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

YUK JANGAN PANIK! Stok BBM di Bondowoso Aman

Ilham Wahyudi • Minggu, 8 Maret 2026 | 13:48 WIB

 

DIKLAIM AMAN: Armada pengangkut BBM bersiap melakukan distribusi ke SPBU. 
DIKLAIM AMAN: Armada pengangkut BBM bersiap melakukan distribusi ke SPBU. 

NANGKAAN, Radar Ijen - Isu menipisnya stok BBM nasional memicu lonjakan pembelian di sejumlah SPBU di Bondowoso. Hal itu membuat antrean kendaraan, untuk membeli Pertalite dan Pertamax terlihat mengular sejak pagi, kemarin (6/3).

Salah satu antrean terlihat di SPBU Kembang di Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso. Sekitar pukul 09.04 WIB, antrian kendaraan pada jalur pembelian Pertalite dan Pertamax memanjang hingga sekitar 30 meter.

Pengawas SPBU Kembang, Adista Prabudi, mengatakan peningkatan pembelian mulai terjadi sejak sore hari sebelumnya. Biasanya, penjualan Pertalite di SPBU tersebut berkisar sekitar 13 ton per hari. Namun, sejak kemarin pukul 06.00 WIB hingga pagi ini, penjualan melonjak hingga 21 ton.

Kondisi serupa juga terjadi pada Pertamax. Jika biasanya hanya terjual sekitar 2 ton per hari, kini mencapai sekitar 3,5 ton. "Peningkatan terjadi pada jenis Pertalite dan Pertamax. Kalau Solar aman, Pertadex juga aman," ujarnya.

Distribusi BBM juga disebut berjalan normal. Pengiriman harian Pertalite mencapai sekitar 16 ribu liter, sementara Pertamax menyesuaikan kebutuhan dengan rata-rata sekitar 1.500 liter per hari. Untuk Bio Solar, pasokan harian mencapai sekitar 8 kiloliter.

Sejumlah warga mengaku ikut antre karena khawatir stok BBM benar-benar menipis. Informasi yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa stok BBM nasional hanya cukup untuk 20 hari akibat konflik geopolitik di Timur Tengah

. Anggi mengatakan banyak temannya mengunggah foto dan informasi antrean panjang di SPBU Tamansari. "Di Jember informasinya sudah panic buying juga. Kalau benar panic buying lagi, bakal mahal lagi ini di eceran toko," ungkapnya.

Sementara itu, Nani Agustina berharap pemerintah segera mengambil langkah antisipatif agar kondisi tidak semakin meluas. Ia menyarankan adanya kebijakan pembatasan pembelian BBM di SPBU, jika terjadi lonjakan permintaan yang tidak wajar. "Jangan melayani pengisian jerigen untuk mencegah panic buying," pungkasnya. (ham/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#panic buying #BBM #pertamina #Bondowoso