KEMBANG, Radar Ijen - Bupati Abdul Hamid Wahid menegaskan pentingnya percepatan penanganan jalur alternatif yang kini digunakan masyarakat setelah ambrolnya Jembatan Sentong. Penegasan itu disampaikan saat dirinya turun langsung meninjau kondisi jalan penghubung Dukuh Kembang–Pakuwesi yang sementara ini menjadi akses utama bagi warga.
Peninjauan yang dilakukan di wilayah Bondowoso tersebut bertujuan memastikan jalur pengalihan arus kendaraan tetap aman dilalui.
Dalam kesempatan itu, bupati melihat langsung kondisi beberapa titik jalan yang mengalami kerusakan akibat meningkatnya intensitas kendaraan yang melintas sejak jembatan utama tidak dapat digunakan.
Bupati Hamid mengatakan pemerintah daerah tidak ingin aktivitas masyarakat terganggu terlalu lama akibat kerusakan infrastruktur tersebut.
Karena itu, jalur alternatif yang kini dimanfaatkan warga harus segera diperbaiki agar tetap layak dilalui kendaraan.
“Kami ingin memastikan jalur alternatif ini tetap layak dilalui masyarakat. Karena itu beberapa titik yang rusak akan segera ditangani agar kendaraan bisa melintas dengan aman,” ujarnya saat meninjau lokasi.
Ia menambahkan, keberadaan jalur alternatif sangat penting untuk menjaga mobilitas masyarakat tetap berjalan, terutama bagi warga yang setiap hari harus beraktivitas dan mengangkut hasil usaha maupun kebutuhan sehari-hari.
Menurutnya, pemerintah daerah akan terus memantau kondisi jalan pengalihan arus tersebut agar tetap dapat difungsikan dengan baik selama proses penanganan jembatan utama berlangsung.
“Yang terpenting saat ini adalah memastikan masyarakat tetap memiliki akses yang aman untuk beraktivitas. Kami akan mengupayakan penanganan secepat mungkin pada titik-titik jalan yang mengalami kerusakan,” tegasnya.
Bupati juga berharap upaya percepatan perbaikan jalur alternatif tersebut mampu menjaga kelancaran aktivitas warga serta distribusi barang di wilayah sekitar hingga proses penanganan jembatan yang rusak dapat dilakukan secara menyeluruh. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi