Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ekonomi Melaju, Fiskal Menguat: Tahun Pertama Kepemimpinan KH. Abd. Hamid Wahid dan As’ad Yahya Syafi’i Bawa Bondowoso Tumbuh Inklusif 

Faqih Humaini • Jumat, 6 Maret 2026 | 09:51 WIB

MENYAMBUT: masyarakat antusias menyambut kedatangan Bupati dan Wabub Bondowoso usai dilantik (FAQIH/RJ)
MENYAMBUT: masyarakat antusias menyambut kedatangan Bupati dan Wabub Bondowoso usai dilantik (FAQIH/RJ)

BONDOWOSO, Radar Jember -  Di tengah dinamika ekonomi nasional dan tekanan global yang belum sepenuhnya stabil, Kabupaten Bondowoso justru mencatatkan akselerasi pertumbuhan yang impresif.

Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi daerah menembus angka 6,46 persen, tertinggi di kawasan Tapal Kuda.

Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa arah kebijakan ekonomi yang dijalankan pemerintah daerah mulai menunjukkan hasil nyata dan terukur.

Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. KH. Abd. Hamid Wahid, M.Ag., bersama Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i, S.E., penguatan ekonomi tidak hanya difokuskan pada pertumbuhan angka, tetapi juga pada pembenahan fondasi fiskal.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025 mencapai Rp302,0 miliar atau meningkat 35,37 persen dibandingkan tahun 2021.

Lonjakan ini mencerminkan peningkatan kapasitas keuangan daerah yang semakin sehat dan mandiri.

Peningkatan paling signifikan terjadi pada sektor pajak daerah yang tumbuh hingga 150,6 persen.

Kenaikan tersebut bukan semata akibat penyesuaian tarif, melainkan hasil reformasi administrasi keuangan daerah yang sistematis.

Pemerintah melakukan pembenahan basis data wajib pajak, integrasi sistem digital pelaporan, serta optimalisasi potensi sektor riil seperti perdagangan, jasa, dan properti yang selama ini belum tergarap maksimal.

Penguatan fiskal ini memberi ruang lebih luas bagi pemerintah daerah dalam membiayai program prioritas tanpa ketergantungan berlebihan pada transfer pusat.

Struktur belanja mulai diarahkan secara lebih strategis pada sektor produktif, pembangunan infrastruktur penunjang ekonomi, serta layanan dasar yang berdampak langsung pada masyarakat.

Dengan demikian, pertumbuhan tidak berhenti pada statistik, tetapi diterjemahkan dalam kebijakan yang menyentuh kebutuhan riil warga.

Dampak sosial-ekonomi dari pertumbuhan tersebut mulai terlihat pada indikator kesejahteraan.

Tingkat kemiskinan turun menjadi 12,20 persen, dengan sekitar 2.910 warga berhasil keluar dari garis kemiskinan dalam satu tahun terakhir.

Penurunan ini merupakan hasil kombinasi antara penguatan sektor pertanian, pertumbuhan UMKM, perluasan jaring pengaman sosial, serta meningkatnya akses layanan publik.

Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada pada angka 2,55 persen, relatif rendah dibandingkan rata-rata regional.

Stabilitas ini menunjukkan bahwa penciptaan lapangan kerja, terutama di sektor pertanian, perdagangan, dan usaha mikro, mampu menyerap tenaga kerja secara konsisten.

Aktivitas ekonomi lokal yang semakin dinamis turut menjaga daya beli masyarakat tetap stabil.

Secara keseluruhan, data tersebut memperlihatkan bahwa pertumbuhan ekonomi Bondowoso tidak hanya bersifat kuantitatif, tetapi mulai menunjukkan karakter yang lebih inklusif.

Pemerintah daerah menekankan pentingnya menjaga momentum ini melalui penguatan hilirisasi komoditas, perluasan basis industri pengolahan, serta peningkatan kualitas tenaga kerja agar produktivitas semakin meningkat.

Tahun pertama kepemimpinan KH. Abd. Hamid Wahid, M.Ag., dan As’ad Yahya Syafi’i, S.E., menjadi pijakan penting dalam membangun ekonomi daerah yang lebih tangguh dan berdaya saing.

Tantangan ke depan tentu tidak ringan, namun dengan fondasi fiskal yang semakin kuat dan arah kebijakan yang terukur, Bondowoso memiliki peluang besar untuk melanjutkan transformasi menuju pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif. (faq)

 

 

Editor : M. Ainul Budi
#Pemkab Bondowoso #bupati bondowoso #Abdul Hamid Wahid #Bondowoso