radar jember - RUAS Infrastruktur Tuntas (Rantas) merupakan salah satu program unggulan Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid. Meski belum semua wilayah di Kota Tape tersentuh program itu.
Salah satu kendalanya adalah keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah.
Kepala Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) Bondowoso, Ansori mengatakan, penentuan lokasi yang akan diperbaiki melalui program rantas, harus melalui berbagai pertimbangan.
Mulai dari adanya fasilitas umum, seperti puskesmas dan rumah sakit, wisata lokal, pasar hingga sekolah.
Dia juga menjelaskan, pada 2025 lalu perbaikan ruas jalan ditarget sepanjang 25 kilometer yang tersebar di berbagai daerah, namun terealisasi mencapai 43 kilometer lebih.
Sementara pada tahun ini, jumlahnya menjadi 35 kilometer. "Itu berdasarkan progres anggaran kami setiap tahun," katanya.
Dikonfirmasi terkait banyak keluhan jalan rusak di Bumi Ki Ronggo, dia menjelaskan, sudah menentukan perencanaan pembangunan, sehingga prosesnya tidak bisa dilakukan sembarangan.
Dia juga menyebut, kerusakan jalan di Bondowoso mencapai 494 kilometer, namun sudah diperbaiki sepanjang 43 kilometer pada 2025 lalu.
Sementara panjang ruas jalan mencapai 1390 kilometer lebih.
Setelah dipetakan dalam berbagai klasifikasi, menjadi jalan desa atau lingkungan. Membuat jumlah kerusakan dan kondisinya berkurang.
Selain itu, jumlah panjang jalan tersebut berkurang menjadi 1039 kilometer.
"Kalau anggaran Rp 1,9 Triliun dimasukan ke ini, maka selesai. Khusus untuk jalan, lain drainase dan lain-lain," imbuhnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi