radar jember - SALAH satu tuntutan dari puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bondowoso itu, adalah menuntut penambahan anggaran pembangunan.
Mulai dari infrastruktur jalan, irigasi hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menanggapi tuntutan tersebut, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menilai, aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa, berjalan beriringan dengan harapan masyarakat dan perhatian pemerintah daerah.
“Dalam cara pandang ini kita bertemu,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Ra Hamid itu menegaskan, Pemkab Bondowoso akan terus berkomitmen untuk mendorong pembangunan daerah.
Khususnya sektor infrastruktur yang banyak dikeluhkan oleh masyarakat selama ini.
“Kalau pemerintah daerah punya uang, ngapain kita tahan-tahan,” tegasnya.
Meski demikian, Ra Hamid mengaku tidak bisa menentukan secara pasti jumlah pembangunan yang akan dilakukan.
Dengan pertimbangan kondisi yang tidak pasti, khususnya terkait dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah.
Diketahui, demonstran meminta perbaikan jalan dapat dilakukan sepanjang 100 kilometer per tahun.
Baca Juga: BREAKING NEWS! Kasus Lahan di Bondowoso Sudah Naik Tahap Pemeriksaan di KPK?
Mereka menilai, jika perbaikan dilakukan seperti biasa, maka butuh waktu yang cukup panjang. Serta tidak mungkin dapat diselesaikan dalam waktu lima tahun.
Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama DPRD juga telah melakukan berbagai langkah untuk memperkuat pembangunan infrastruktur.
Salah satunya melalui pokok-pokok pikiran DPRD yang banyak diarahkan untuk mendukung pembangunan jalan.
“Jadi sebenarnya dalam dasar cara pandang kita sudah bertemu. Tidak ada masalah, tinggal kita kawal bersama,” tuturnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi