Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Atap Gedung Gereja Ambruk Diterjang Hujan, Bupati Bondowoso Langsung Turun Tinjau ke Lokasi

Faqih Humaini • Kamis, 5 Maret 2026 | 16:29 WIB

LANGSUNG TURUN: Bupati Hamid bersama sejumlah pejabat saat meninjau atap GKJW runtuh.
LANGSUNG TURUN: Bupati Hamid bersama sejumlah pejabat saat meninjau atap GKJW runtuh.

DABASAH, Radar Ijen – Hujan lebat yang mengguyur Kota Tape, Rabu (4/3), menyisakan kerusakan serius. Atap Gedung Serbaguna Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di Jalan Ahmad Yani Nomor 51, Kelurahan Dabasah, Kecamatan/Kabupaten  Bondowoso, ambruk total.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Namun, insiden ini menjadi alarm keras meningkatnya risiko bencana akibat cuaca ekstrem di wilayah Bondowoso.

Bupati Bondowoso, Abd Hamid Wahid, turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi bangunan sekaligus mengecek situasi di sejumlah titik terdampak lainnya.

Dalam peninjauan itu, bupati tidak hanya melihat kerusakan fisik gedung, tetapi juga menyoroti potensi ancaman susulan di kawasan sekitar yang rawan longsor dan gerusan air.

Menurut Hamid, intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir membuat struktur tanah di sejumlah titik menjadi labil.

Salah satu yang paling mengkhawatirkan adalah area tebing yang terus tergerus aliran air.

Jika tidak segera diantisipasi, longsor susulan bisa saja terjadi sewaktu-waktu dan mengancam bangunan maupun permukiman warga.

“Keselamatan warga adalah yang utama. Kami sudah sarankan untuk segera evakuasi dan tidak lagi menempati lokasi tersebut. Kita tidak pernah tahu kapan air kembali menggerus dan meruntuhkan bangunan,” tegasnya di sela peninjauan.

Pemkab Bondowoso pun bergerak cepat. Sedikitnya 11 titik bencana yang terjadi hampir bersamaan langsung dipetakan.

Tim penanggulangan dibagi dalam beberapa kelompok agar penanganan lebih efektif. Kolaborasi dilakukan bersama pihak kecamatan, aparat desa, hingga relawan kebencanaan.

Pendekatan persuasif juga terus dilakukan kepada warga yang tinggal di kawasan rawan. Pemerintah meminta masyarakat untuk sementara mengosongkan rumah demi menghindari risiko lebih besar.

Selain itu, warga diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi dalam durasi lama.

Hamid menegaskan, mitigasi tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Peran masyarakat menjaga lingkungan menjadi kunci.

“Mari kita lebih peduli pada lingkungan sekitar. Jaga drainase, rawat lingkungan, dan waspadai potensi bahaya agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.

Pemkab memastikan pemantauan cuaca dan kondisi lapangan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem berikutnya. (faq/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#Abdul Hamid #Bupati #Gereja #Bondowoso