Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

DPRD Bondowoso Terus Desak Pemkab Perbaiki Jalan Rusak Hingga Penyediaan PJU

Faqih Humaini • Kamis, 5 Maret 2026 | 11:35 WIB

BELUM ADA PJU: salah ruas jalan tanpa PJU di jalan alternatif desa Kembang.
BELUM ADA PJU: salah ruas jalan tanpa PJU di jalan alternatif desa Kembang.

KEMBANG, Radar Ijen - Minimnya penerangan jalan umum (PJU) dan kerusakan aspal di sejumlah ruas jalur alternatif pengalihan arus pasca ambruknya jembatan penghubung di Bondowoso menjadi sorotan.

Kondisi jalan yang gelap pada malam hari serta munculnya lubang dan permukaan bergelombang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama karena volume kendaraan meningkat signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

Ketua Komisi III DPRD Bondowoso, Sutriyono, menegaskan bahwa pemerintah daerah harus segera memastikan kelayakan fasilitas di jalur alternatif tersebut.

“Kalau jalur ini dipakai setiap hari oleh masyarakat, maka PJU harus menyala dan aspal yang rusak harus segera diperbaiki. Jangan sampai warga mempertaruhkan keselamatan hanya karena fasilitas dasarnya belum terpenuhi,” ujarnya.

Menurutnya, jalur alternatif seperti ruas Pancoran menuju Desa Kembang hingga Desa Taman kini menjadi urat nadi baru mobilitas masyarakat.

Namun di lapangan, masih ditemukan titik-titik gelap tanpa lampu penerangan, terutama di jalan sempit yang jauh dari permukiman. Kondisi ini sangat berisiko bagi pengendara roda dua maupun kendaraan logistik yang melintas pada malam hari.

Selain persoalan penerangan, Komisi III juga menerima laporan adanya kerusakan aspal akibat lonjakan kendaraan, termasuk truk bermuatan berat.

Lubang dan retakan mulai muncul di beberapa bagian jalan.

Jika tidak segera ditangani melalui tambal sulam atau pengaspalan ulang, kerusakan dikhawatirkan semakin parah dan memperbesar potensi kecelakaan.

Sutriyono meminta BSBK bersama Dinas Perhubungan Bondowoso melakukan pengecekan menyeluruh dan menyiapkan langkah cepat, termasuk pemasangan PJU darurat serta perbaikan di titik-titik rawan.

Ia menilai keberadaan jalur alternatif tidak cukup hanya dibuka, tetapi harus dipastikan aman, nyaman, dan layak dilalui setiap saat.

Komisi III berharap koordinasi antara pemerintah kabupaten dan provinsi dapat dipercepat agar pemenuhan fasilitas tersebut segera terealisasi.

Dengan jalur alternatif yang memadai, mobilitas masyarakat tetap terjaga dan aktivitas ekonomi Bondowoso tidak terganggu akibat persoalan infrastruktur yang seharusnya bisa diantisipasi sejak awal. (faq/bud)

Editor : M. Ainul Budi
#jalan rusak #Bondowoso #PJU