KADEMANGAN. Radar Ijen - Program mudik gratis yang rutin digelar Pemkab Bondowoso menjelang Lebaran resmi ditiadakan pada 2026. Alasan klasik kembali mengemuka: keterbatasan ruang fiskal dan kebijakan efisiensi anggaran.
Tradisi tahunan mudik gratis yang selama ini menjadi andalan warga Bondowoso menjelang Hari Raya Idul Fitri dipastikan absen tahun ini.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso menyatakan tidak mengalokasikan anggaran untuk program tersebut pada 2026.
Keputusan itu diambil menyusul keterbatasan kemampuan keuangan daerah serta kebijakan efisiensi belanja.
Program yang sebelumnya rutin digelar dan selalu disambut antusias masyarakat itu terpaksa dihentikan sementara.
Jika berkaca pada pelaksanaan 2025, program tersebut terbilang masif. Pemkab Bondowoso menyediakan enam armada bus dengan kapasitas sekitar 300 pemudik. Seluruh kursi hampir selalu terisi penuh setiap tahun.
Namun situasi fiskal tahun ini berbeda.
Kepala Dinas Perhubungan Bondowoso, Sigit Purnomo, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan keputusan realistis.
“Karena memang efisiensi dan keterbatasan ruang fiskal kita, untuk tahun ini tidak ada anggaran untuk mudik gratis,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah harus melakukan penyesuaian prioritas belanja seiring kondisi fiskal yang tidak sekuat tahun-tahun sebelumnya. “Tahun ini permasalahannya kondisi keuangan dan fiskal,” ungkapnya.
Meski tanpa fasilitas mudik gratis, Dinas Perhubungan tetap mengingatkan masyarakat yang akan pulang kampung secara mandiri agar mengedepankan keselamatan.
Baca Juga: BREAKING NEWS! Kasus Lahan di Bondowoso Sudah Naik Tahap Pemeriksaan di KPK?
“Kami mengimbau masyarakat tetap berhati-hati dalam berkendara dan selalu mengutamakan keselamatan di jalan, karena keluarga menunggu di rumah,” tuturnya.
Ditiadakannya mudik gratis menjadi cerminan tekanan anggaran daerah yang belum sepenuhnya pulih. Pemkab berharap kondisi ekonomi membaik sehingga program tersebut dapat kembali dianggarkan pada tahun mendatang.
“Semoga ekonomi segera pulih sehingga tahun depan bisa dianggarkan kembali,” tandasnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi