WONOSARI, Radar Ijen - Hujan deras sejak sore memicu banjir di Kecamatan Wonosari, Senin (2/3) malam. Sebanyak 30 rumah terendam, genangan mencapai paha orang dewasa.
Waktu berbuka puasa baru saja tiba ketika air mulai merayap masuk ke dapur rumah Bunda Yati di Desa/Kecamatan Wonosari.
Hujan deras yang turun sejak sekitar pukul 17.30 WIB tak kunjung reda. Perlahan, genangan meninggi, menjalar ke seluruh ruangan.
Tak butuh waktu lama hingga air mencapai paha orang dewasa. "Ini yang ketiga kalinya, dan sekarang yang paling parah. Sebelumnya tidak parah, cuma menggenang biasa dan tidak masuk ke dalam rumah," ujarnya.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso mencatat, total 30 rumah terendam di Kecamatan Wonosari. Rinciannya, 25 rumah di Desa Wonosari dan lima rumah di Desa Kapuran.
Di rumah Yati, bukan hanya lantai yang terendam. Kulkas, mesin cuci, dan sejumlah perabot rumah tangga sampai mengambang. Berkilo-kilo tembakau dagangan keluarga itu ikut terancam rusak.
Saat berupaya menyelamatkan barang dagangan, suami Yati nyaris tersengat listrik. Situasi menjadi semakin mencekam karena peralatan elektronik masih tersambung arus. "Mungkin karena kulkasnya masih tersambung listrik," jelasnya.
Beruntung, sakelar utama segera dimatikan sebelum terjadi hal yang lebih fatal. Warga menduga, banjir tak semata akibat hujan deras. Saluran pembuangan air dinilai tak memadai.
Gorong-gorong (tempolong) terlalu kecil, bahkan terdapat bangunan di atas aliran sungai. Saat debit air meningkat, aliran tak tertampung dan akhirnya meluap ke permukiman.
Kondisi tersebut mendapat perhatian langsung Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid. Ia bersama jajaran turun meninjau rumah warga terdampak.
Di lokasi, ia melihat tim gabungan BPBD, PMI, TNI-Polri, serta pemerintah desa dan kecamatan melakukan penyedotan air dari rumah warga. Ia juga meninjau saluran air yang diduga menjadi penyebab luapan.
Menurutnya, pemerintah daerah akan segera melakukan normalisasi saluran yang tersumbat. Bahkan, terdapat satu titik bangunan yang direncanakan untuk dibongkar demi memperlancar aliran air.
Langkah itu diambil karena banjir disebut sudah terjadi tiga kali dalam beberapa pekan terakhir. "Insyaallah besok (hari ini, red) bantuan dari BPBD akan segera disalurkan," ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kepedulian lingkungan. Saluran air perlu dibersihkan secara rutin melalui gotong royong agar tidak terjadi penyumbatan.
"Jika kendalanya bersifat teknis dan tidak mampu ditangani sendiri, silakan berkoordinasi dengan dinas terkait," pungkasnya.
Selain di Wonosari, dampak cuaca ekstrem juga terjadi di sejumlah titik lain. Lima rumah di bantaran sungai Kelurahan Blindungan, Kecamatan Bondowoso, mengalami keretakan akibat derasnya arus.
Satu rumah di Kelurahan Badean terdampak hujan deras dan angin kencang. Sementara di Desa Sukowiryo, Kecamatan Bondowoso, satu rumah dilaporkan tersambar petir. (ham)
Editor : M. Ainul Budi