Radar Ijen - Usai tragedi jembatan ambrol di Sukowiryo Nangkaan Bondowoso, kini kondisi dua jembatan lainnya seakan juga ikut-ikut mengkhawatirkan.
Terbaru, ada dua jembatan yang kondisinya bisa dibilang tetap waspada. Seperti Kondisi Jembatan Koncer kini menjadi perhatian serius Pemkab Bondowoso.
Pasalnya, jembatan tersebut saat ini berfungsi sebagai jalur alternatif dengan intensitas lalu lintas yang terus meningkat, terutama kendaraan besar dan truk bermuatan berat.
Situasi ini dinilai berisiko jika tidak segera diantisipasi melalui penanganan yang tepat.
Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konsyruksi ( BSBK) Bondowoso, Ansori, menegaskan bahwa Jembatan Koncer bukan sekadar masuk daftar pantauan rutin, melainkan telah menjadi prioritas usulan perbaikan setiap tahun.
Menurutnya, ada tiga jembatan yang secara konsisten diajukan untuk mendapat penanganan lebih lanjut, yakni Jembatan Ring Road yang hingga kini belum rampung, Jembatan Koncer, dan satu jembatan menuju arah Tegalampel.
“Tiga titik jembatan yang selalu kami usulkan setiap tahun yaitu Jembatan Ring Road yang sampai sekarang belum selesai, kemudian Jembatan Koncer, dan satu lagi jembatan menuju arah Tegalampel,” ujarnya.
Ansori menjelaskan, ketiga jembatan tersebut memiliki peran vital dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat. Jika tidak segera diperbaiki atau ditingkatkan kapasitasnya, akses transportasi warga akan semakin terbatas dan jarak tempuh menjadi lebih jauh karena harus memutar melalui jalur alternatif yang lebih panjang.
Namun, hingga saat ini BSBK mengaku belum menerima jawaban resmi atas usulan yang telah disampaikan. Meski demikian, pihaknya tidak tinggal diam.
Pada tahun 2026, BSBK berencana kembali melakukan koordinasi untuk memastikan usulan tersebut mendapatkan tindak lanjut.
“Untuk usulan yang kami sampaikan, sampai sekarang kami belum mendapatkan jawaban. Tahun 2026 ini kami akan kembali melakukan koordinasi untuk menindaklanjuti usulan yang setiap tahun kami ajukan,” jelasnya.
Dari hasil pemantauan di lapangan, kondisi Jembatan Koncer masih dalam pengawasan. Beberapa minggu lalu, BSBK telah melakukan penanganan terhadap kerusakan ringan, termasuk menambal jalan berlubang di sekitar akses menuju jembatan.
Namun, sejumlah ruas jalan di kawasan perkotaan masih belum tertangani karena keterbatasan bahan dan anggaran.
Ansori juga menyoroti meningkatnya volume kendaraan atau Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR), terlebih Jembatan Koncer menjadi satu-satunya penghubung di jalur tersebut.
Berdasarkan rapat koordinasi, kendaraan berat atau truk bermuatan sebenarnya dilarang melintas.
“Kami sudah menyampaikan dalam rapat bahwa kendaraan berat atau truk bermuatan tidak boleh lewat Jembatan Koncer, tetapi kenyataannya masih banyak yang melintas,” tegasnya. Sebagai solusi, kendaraan dari arah Jember diarahkan melalui Desa Taman menuju Bataan lalu berbelok ke arah timur sebagai jalur resmi bagi kendaraan berat.
Editor : M. Ainul Budi