Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dampak Jembatan Utama Bondowoso Ambruk, Pelayanan Publik Kena Imbasnya, Ambulans Ikut Jalur Alternatif Damkar Bagi Dua Posko  

Ilham Wahyudi • Jumat, 27 Februari 2026 | 15:35 WIB

 

MULAI RUSAK: Kondisi ruas jalan alternatif yang banyak dikeluhkan warga. Mulai dari sempit dan berlubang di banyak titik.
MULAI RUSAK: Kondisi ruas jalan alternatif yang banyak dikeluhkan warga. Mulai dari sempit dan berlubang di banyak titik.

radar jember - PENUTUPAN Jembatan Sentong sejak beberapa hari lalu, juga berdampak pada fasilitas umum. Termasuk ambulans dan mobil pemadam kebakaran (Damkar). Mereka harus melakukan berbagai penyesuaian, sehingga layanan pada masyarakat tidak terganggu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso, dr Moch Jasin mengatakan, untuk sementara ambulans masih mengikuti jalur alternatif yang disediakan. Sesuai dengan arahan dari Dinas Perhubungan (Dishub).

“Bahaya juga kalau melewati itu. Kondisi jembatannya kan memang tidak memungkinkan,” katanya.

Dia juga mengaku, akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Dishub Bondowoso. Sehingga kendaraan prioritas seperti ambulans, bisa mendapatkan prioritas ketika melewati jalan alternatif.

“Nanti kami akan koordinasi lagi dengan Dishub. Apakah ada jalur lain yang memungkinkan untuk dilewati,” imbuhnya.

Untuk ambulas dari arah selatan, seperti Maesan dan Grujugan, diarahkan untuk melewati Pemandian Tasnan. Kemudian tembus di Jalan Raya Tamanan.

“Relatif lebih lancar. Kalau lewat Nangkaan lebih berat,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Damkar Satpol PP Bondowoso, Vara Tedi menjelaskan, pasca Jembatan Sentong ditutup, mereka memindahkan sejumlah armada dan peralatan dari Mako Damkar ke Kantor Pemkab. Mulai dari rescue, carsentro dan water supply.

“Untuk lebih memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Pemindahan alat dan armada itu, menurut Tedi, untuk memberikan layanan cepat kepada masyarakat, khususnya ketika terjadi kebakaran atau kejadian lain yang membutuhkan, penanganan lebih cepat.

Penanganan efektifnya adalah 10 hingga 15 menit, jika lebih maka api dinilai sulit dikendalikan.

“Kendaraan kami kan besar-besar semua. Kalau lewat jalur alternatif akan lebih lama nanti,” pungkasnya. (ham/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#Jembatan #DINKES #Damkar #Bondowoso