radar jember - MENANGGAPI berbagai keluhan tersebut, Koordinator SPPG Kabupaten Bondowoso, Mila Afriana Agustina, menyatakan pihaknya telah menerima laporan dan meneruskannya ke Badan Gizi Nasional (BGN).
"SPPG ini sudah kami laporkan ke BGN pusat sebagai laporan khusus apabila ada hal-hal yang kurang baik," jelas Mila.
Ia memaparkan, harga per porsi MBG berbeda berdasarkan kelompok sasaran.
Untuk balita hingga kelas 3 SD, anggaran ditetapkan Rp 8.000 per porsi (porsi kecil).
Sedangkan untuk kelas 4 SD ke atas, ibu hamil, dan menyusui, sebesar Rp 10.000 (porsi besar). Perbedaan tersebut didasarkan pada perhitungan gramasi oleh ahli gizi.
Terkait penggunaan plastik kresek, Mila menegaskan bahwa distribusi seharusnya menggunakan tote bag. Bukan plastik seperti yang banyak beredar di Bumi Ki Ronggo.
"Harusnya ada totebag. Kami akan kroscek kembali di lapangan," tambahnya.
Soal tidak adanya susu dalam beberapa paket, ia menjelaskan bahwa susu bukan komponen wajib apabila sudah digantikan sumber protein lain seperti telur, abon, atau dendeng.
Selain itu, ketersediaan susu sesuai standar juknis saat ini terbatas. Sehingga rerata SPPG di Bondowoso masih menggunakan susu kemasan.
"Barangnya langka dan sulit dicari. Di Bondowoso juga belum ada UMKM yang menyediakan susu murni olahan siap konsumsi yang sesuai standar,” jelasnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi