NANGKAAN, Radar Ijen – Meski sudah ambrol sejak kemarin (23/2), perbaikan total Jembatan Sentong atau Sukowiryo baru akan dilakukan, pasca lebaran Idul Fitri mendatang.
Dengan total pagu anggaran mencapai Rp 17,5 Miliar. Waktu pengerjaannya diperkirakan mencapai delapan bulan.
Kasi Pembangunan dan Peningkatan Jalan UPT PJJ Jember pada Dinas PU Bina Marga Jatim, Budi Hartono menjelaskan, saat ini proses perbaikan masih berada pada tahap pemilihan penyedia, yang akan bertugas melakukan penggantian jembatan secara total.
Jembatan Sentong akan dibangun menggunakan konstruksi beton. Dengan panjang total 45 meter dan lebar 14 meter, 12 meter lebar tersebut pengerasan aspal dan satu meter trotoar di kanan dan kiri jalan.
“Anggarannya, untuk pagu itu Rp 17,5 Milyar,” katanya.
Konstruksi beton pada Jembatan Sentong dianggap akan lebih kokoh, bahkan setara dengan jembatan kelas 1. Sehingga spek tonasenya dinilai lebih dari 30 ton. Sementara sebelumnya menggunakan konstruksi jembatan lengkung pasangan batu bata, dibangun pada masa Belanda lalu.
Meski demikian, proses pengerjaan fisik baru akan dilakukan pada April mendatang. Dengan pertimbangan waktu m
enjelang libur lebaran 2026, serta kendaraan mobilisasi untuk pelaksanaan penggantian jembatan. “Proses pelelangan sudah mulai, ini masih tahap evaluasi. Untuk pemilihan penyedianya,” tuturnya.
Sebelum dikerjakan secara fisik, Jembatan Sentong juga akan dilakukan kajian teknis. Mulai dari mengukur kekuatan hingga volume kendaraan. “Proses pengerjaan butuh waktu delapan bulan, terhitung sejak April mendatang,” pungkasnya.
Disisi keamanan jembatan, pihak BPBD setempat pun sudah memberikan banyak rambu peringatan.
Kepala BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan kondisi struktur jembatan semakin melemah hingga akhirnya tidak mampu menahan beban.
“Sejak siang wilayah ini diguyur hujan cukup deras. Kondisi tersebut diduga mempercepat kerusakan hingga akhirnya jembatan ambruk pada sore hari,” ujarnya.
Ia menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama sehingga lokasi langsung diamankan. BPBD juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lanjutan.“Kami sudah memasang safety line dan mengimbau masyarakat agar tidak mendekat. Dalam waktu dekat jembatan ini akan ditutup total untuk menghindari risiko yang lebih besar,” kata Kristianto.
BPBD meminta pengguna jalan memanfaatkan jalur alternatif untuk sementara waktu. Pengendara diimbau tidak memaksakan diri melintas serta mematuhi arahan petugas di lapangan.
Sebelumnya, pada hari yang sama, BPBD telah melakukan langkah antisipasi dengan memasang garis pembatas setelah ditemukan retakan memanjang pada bagian plat landasan jembatan. Kerusakan tersebut dinilai berpotensi membahayakan, terutama jika terus dilintasi kendaraan bertonase berat.
Saat itu, pihak BPBD menyebut pembatasan akses sebagai langkah kewaspadaan dini sambil menunggu asesmen teknis dari instansi berwenang. Kini, dengan kondisi jembatan yang telah ambruk, pemerintah daerah bersama pihak terkait tengah menyiapkan langkah penanganan darurat serta rencana perbaikan infrastruktur agar akses transportasi masyarakat dapat kembali normal. (ham/faq/bud)
SEPUTAR JEMBATAN SENTONG atau SUKOWIRYO
- Dibangun sejak Zaman Belanda
- Belum ada Perbaikan sejak dibangun
- Menggunakan konstruksi jembatan lengkung pasangan batu bata
- Memiliki panjang kurang lebih 45 meter dan Lebar 14 meter
- Tak diketahui secara pasti kekuatan tonasenya
- Menjadi jalan poros penghubung Jember - Bondowoso
Editor : M. Ainul Budi