RADAR JEMBER - BANYAKNYA praktik penjualan Gas LPG 3 Kilogram atau Gas Melon, masih ditemui di Bondowoso. Hal tersebut disebabkan oleh berbagai hal, termasuk meningkatnya aktivitas UMKM di Bondowoso, yang membuat jumlah permintaan barang subsidi tersebut naik.
Seorang agen LPG 3 kilogram di Bondowoso berinisial O menyebut, menerima pasokan rutin 150 tabung per hari.
Ia memastikan, distribusi dari Pertamina tidak mengalami pengurangan. "Misalnya mengirim 19.000 tabung untuk Bondowoso setiap hari, jumlah itu tidak pernah dikurangi. Namun, pemakaian memang bertambah," ujarnya.
Menurutnya, lonjakan konsumsi dipicu beberapa faktor. Diantaranya, jumlah kebutuhan gas melon meningkat signifikan, saat Ramadan dan jelang Idul Fitri. Bertambahnya rumah tangga baru, juga dinilai menambah beban konsumsi.
Faktor lain yang dinilai cukup signifikan adalah keterlibatan mitra dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menjelaskan, operasional utama MBG memang menggunakan gas non-subsidi.
Namun, mitra kerja seperti pemasok roti, pentol, dan camilan lainnya masih menggunakan LPG 3 kilogram. "Kalau MBG-nya betul sudah pakai yang non subsidi, tapi mitra kerjanya," ujarnya.
Efek tidak langsung inilah yang memperbesar tekanan permintaan di lapangan. Untuk menjaga pemerataan, agen terpaksa melakukan pembatasan distribusi di tingkat toko. "Misalnya ada toko yang biasanya ambil sepuluh, sekarang saya bagi dua atau tiga tabung saja agar adil, meski kadang ada yang protes," tuturnya.(ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi