Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Polemik Masjid Tutup di Bondowoso Ini Ternyata Menyisakan Konflik Internal Keluarga, Sama-sama Tak Mau Mengalah?

Faqih Humaini • Senin, 23 Februari 2026 | 10:55 WIB

 

LEWAT SAMPING: Jamaah yang hendak menunaikan ibadah salat di Masjid Nurul Iman terpaksa harus menorobos atau loncat di pagar bambu samping masjid.
LEWAT SAMPING: Jamaah yang hendak menunaikan ibadah salat di Masjid Nurul Iman terpaksa harus menorobos atau loncat di pagar bambu samping masjid.

radar jember - PENUTUPAN Masjid Nurul Iman di Dusun Song Tengah, Desa Karanganyar, memicu perpindahan puluhan jamaah ke masjid lain di sekitar wilayah tersebut.

Sedikitnya lebih dari 50 warga kini memilih beribadah di sisi selatan dan timur jalan karena ketidakpastian pengelolaan masjid yang sudah berdiri sejak beberapa tahun terakhir itu.

Kapolsek Tegalampel, AKP Sobingan, menegaskan bahwa persoalan utama bukan penolakan masyarakat terhadap kegiatan ibadah, melainkan kekosongan kepengurusan akibat konflik internal keluarga terkait tanah wakaf.

“Masyarakat sebenarnya ingin tetap beribadah di sana, tetapi mereka menunggu kepastian pengelola yang sah,” ujarnya, Kamis (19/2).

Menurut Sobingan, konflik bermula dari status tanah wakaf yang diserahkan pada 2020 oleh seorang istri kepada suaminya sebagai nazir.

Selama suami tersebut masih hidup dan memegang amanah, pengelolaan berjalan normal tanpa gejolak.

Perselisihan baru muncul setelah kondisi keluarga berubah dan memicu klaim hak dari pihak-pihak ahli waris.

Pasangan pewakaf diketahui tidak memiliki anak, melainkan hanya keponakan. Dua sepupu kemudian sama-sama merasa berhak mengelola masjid, namun tidak pernah mencapai kesepakatan.

Ketegangan ini berujung pada langkah sepihak berupa pemagaran akses masuk sisi utara menggunakan bambu, yang semakin memperkeruh situasi di tengah masyarakat.

Akibat tidak adanya takmir aktif dan jamaah tetap, aktivitas ibadah pun praktis terhenti.

Padahal, sepekan sebelumnya warga masih melaksanakan salat Jumat di masjid tersebut.

"Ketidaknyamanan membuat warga memilih mencari tempat ibadah alternatif daripada terlibat dalam konflik yang belum jelas ujungnya," katanya.

Pihak kepolisian bersama pemerintah desa kini terus melakukan mediasi dengan melibatkan tokoh masyarakat serta perwakilan Kementerian Agama.

Salah satu opsi yang dibahas adalah penunjukan nazir baru dari unsur netral di luar keluarga guna mengembalikan fungsi masjid sebagai fasilitas publik.

Sobingan optimistis persoalan ini dapat diselesaikan melalui musyawarah. Ia menekankan bahwa inti masalah bukan penyalahgunaan wakaf, melainkan konflik keluarga yang belum menemukan titik temu.

“Harapannya, setelah ada pengurus yang jelas, masyarakat bisa kembali beribadah dengan tenang di Masjid Nurul Iman,” pungkasnya. (faq/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#Masjid #Bondowoso