Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

4,5 Ton Kurma Mengalir dari Al Ishlah Bondowoso

Ilham Wahyudi • Minggu, 22 Februari 2026 | 11:20 WIB

MERATA: Sejumlah penerima kurma dari Ponpes Al Ishlah Bondowoso, membawa kurmanya masing-masing.
MERATA: Sejumlah penerima kurma dari Ponpes Al Ishlah Bondowoso, membawa kurmanya masing-masing.

DADAPAN, Radar Ijen - Di tengah persiapan menyambut Ramadan 1447 Hijriah, ratusan kotak kurma ditata rapi di Masjid Kembar Ponpes Al-Ishlah.

Totalnya 4,5 ton. Buah manis asal Timur Tengah itu tak hanya untuk santri, tetapi juga mengalir ke ratusan lembaga Islam hingga pelosok pegunungan Bondowoso, kemarin (18/2).

Kurma tersebut merupakan sumbangan dari Singapura serta sejumlah donatur dari berbagai daerah di Indonesia.

Penyerahan dilakukan di Masjid Kembar Ponpes Al-Islah. Setiap penerima, baik santri, lembaga pendidikan Islam, masjid, maupun mushalla, mendapatkan masing-masing 10 kilogram kurma.

Pimpinan Ponpes Al-Ishlah, KH Thoha Yusuf Zakaria, menyebut jumlah tahun ini menjadi yang terbesar dalam lima tahun terakhir.

“Total yang kita bagikan sebanyak 448 kotak. Setiap kotak berisi 10 kilogram kurma, jadi jumlah keseluruhan sekitar 4 ton 480 kilogram,” ujarnya.

Distribusi kurma menyasar 273 lembaga pendidikan Islam, mulai dari pondok pesantren, Raudatul Athfal (RA), hingga majelis taklim.

Selain itu, bantuan juga diberikan kepada santri, jamaah pengajian, masjid, mushalla, serta mendukung kegiatan pesantren Ramadan yang diikuti sekitar lima sekolah.

Kyai Toha menjelaskan, program berbagi kurma ini telah berjalan rutin selama lima tahun terakhir. Namun tahun ini menjadi yang paling besar.

“Tahun-tahun sebelumnya biasanya di atas tiga ton. Tahun lalu hampir 400 kotak atau sekitar empat ton,” tuturnya.

Yang menarik, penyaluran dilakukan tanpa membedakan latar belakang organisasi atau golongan keagamaan.

Menurut Kyai Toha, tujuan utama kegiatan ini adalah menjaga ukhuwah Islamiyah sekaligus menebar manfaat seluas-luasnya.

Lebih dari sekadar distribusi pangan, pembagian kurma ini juga menyentuh masyarakat di wilayah terpencil. Kyai Toha mengungkapkan, masih ada warga di daerah pegunungan yang jarang bahkan belum pernah merasakan kurma.

“Ada saudara-saudara kita dari daerah pegunungan, yang bahkan belum pernah makan kurma,” pungkasnya. (ham/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#kurma #ponpes #Bondowoso