DABASAH, Radar Ijen - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso mendorong transformasi pengelolaan keuangan Puskesmas agar lebih lincah dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Melalui skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), fasilitas kesehatan tingkat pertama di Bondowoso diharapkan tidak lagi terhambat prosedur panjang saat menghadapi kebutuhan mendesak pelayanan.
Kepala Dinkes Bondowoso, Mohammad Jasin, menegaskan bahwa penguatan tata kelola keuangan bukan semata urusan administrasi, melainkan fondasi utama peningkatan kualitas layanan.
Dengan manajemen yang sehat, Puskesmas diharapkan mampu bergerak cepat memenuhi kebutuhan obat, alat kesehatan, hingga operasional pelayanan harian.
“Kalau pengelolaan keuangan baik, pelayanan otomatis ikut baik. Kita ingin Puskesmas tidak hanya sehat secara layanan, tetapi juga sehat secara manajemen dan kinerja,” ujarnya.
Sebanyak 25 Puskesmas dengan 26 pejabat pengelola BLUD mengikuti pelatihan intensif yang difokuskan pada praktik pengelolaan keuangan berbasis aplikasi.
Setelah tahap perencanaan sepanjang 2025, pemerintah daerah menargetkan seluruh Puskesmas sudah menjalankan sistem BLUD secara penuh pada 2026.
Target terdekat, sistem tersebut mulai berjalan pada Maret.
Peserta pelatihan diminta langsung menerapkan proses pengelolaan keuangan melalui aplikasi BLUD, termasuk penyusunan laporan yang sesuai regulasi agar akuntabilitas tetap terjaga.
Jasin menegaskan, penerapan BLUD tidak berarti Puskesmas dilepas mandiri tanpa dukungan pemerintah.
Berbeda dengan BUMD yang berorientasi bisnis, fasilitas kesehatan tetap bisa memperoleh bantuan APBD, terutama bagi yang kapasitasnya masih terbatas.
“Yang belum mampu tetap kita dukung, misalnya tambahan obat atau kebutuhan layanan lainnya. Prinsipnya pelayanan tidak boleh terganggu,” jelasnya.
Meski optimistis, Dinkes mengakui masih ada tantangan, terutama pada kesiapan perangkat teknis dan kualitas sumber daya manusia.
Karena itu, pelatihan dan pendampingan akan terus dilakukan hingga seluruh Puskesmas benar-benar siap menjalankan sistem baru.
Tujuan akhirnya satu: pelayanan kesehatan masyarakat menjadi lebih cepat, tepat, dan bermutu hingga akhir tahun anggaran. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi