Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ada yang Mulai Kemarin, Hari Ini dan Besok, Warga di Bondowoso Mulai Melakukan Ibadah Puasa Ramadhan

Ilham Wahyudi • Rabu, 18 Februari 2026 | 15:15 WIB

LEBIH AWAL: Sejumlah warga di Kecamatan Maesan mengaji bersama atau tadarus, kegiatan tersebut biasanya rutin dilaksanakan selama Ramadan. (ILHAM/RJ)
LEBIH AWAL: Sejumlah warga di Kecamatan Maesan mengaji bersama atau tadarus, kegiatan tersebut biasanya rutin dilaksanakan selama Ramadan. (ILHAM/RJ)

MAESAN, Radar Ijen - Awal Ramadhan bagi warga Bondowoso, berpotensi terbagi menjadi tiga. Ada yang mengawali puasa Ramadhan kemarin (17/2), hari ini (18/2) dan besok (19/2). Hal tersebut sesuai dengan keyakinan dan kajian masing-masing.

Warga yang memulai puasa sejak kemarin (17/2), adalah santri dan alumni Mahfilud Duror Bondowoso, khususnya yang ada di Kecamatan Maesan.

Mereka sudah mulai melakukan shalat tarawih pertama sejak Senin (16/2).

Seperti yang dilakukan oleh Hilmi Amrullah, warga Deda Pakuniran, Kecamatan Maesan. Dia mengaku telah menjalankan ibadah puasa mengawali dari ketentuan pemerintah.

Pasalnya, hal tersebut berdasarkan penghitungan Kitab Nusatul Majalis dengan metode penghitungan Khumasi. "Khumasi itu hitungan lima hari setelah awal Ramadan tahun kemarin, " katanya.

Sementara masyarakat yang akan menjalankan puasa, mulai hari ini (18/2). Adalah warga yang tergabung dalam organisasi keagamaan Muhammadiyah.

Seperti yang akan dilaksanakan oleh santri dan alumni Ponpes Al Ishlah, Bondowoso.

Sebelumnya, Ponpes Al Ishlah Bondowoso mengeluarkan maklumat, bahwa awal puasa jatuh pada tanggal 18 Februari.

Pimpinan Ponpes Al-Islah, KH Thoha Yusuf Zakaria, pihaknya menggunakan patokan rukyatul hilal dan kalender Ummul Qura Arab Saudi yang dinilai selalu tepat dalam pemantauan hilal.

Pihaknya berpegang pada rukyatul hilal Makkah Al-Mukarramah yang selaras dengan kalender Ummul Qura serta Hisab Muhammadiyah.

Fenomena alam gerhana matahari cincin pada 17 Februari 2026, juga dianggap memperkuat pertanda awal bulan. Fenomena ini memiliki kaitan erat dengan penentuan awal bulan suci Ramadan.

Peristiwa ini merupakan bukti visual nyata dari terjadinya konjungsi atau ijtimak, yaitu momen berakhirnya siklus bulan lama dan dimulainya siklus bulan baru dalam kalender Hijriah.

“Insyaallah awal Ramadan tahun ini akan kami laksanakan bertepatan dengan tanggal 18 Februari," ungkapnya. (ham/bud)

Editor : M. Ainul Budi
#puasa #tadarus #Bondowoso