Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dapatkan Gelar Doktor di Tengah Tugas Negara, Ra Hamid Tuntaskan Disertasi dengan Nilai Cumlaude ini Bahan Risetnya

Ilham Wahyudi • Rabu, 18 Februari 2026 | 17:16 WIB
MEMBANGGAKAN: Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid (kanan) menerima sertfifikat kelulusan sidang promosi doktor.
MEMBANGGAKAN: Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid (kanan) menerima sertfifikat kelulusan sidang promosi doktor.

KALIWATES, Radar Ijen - Di sela padatnya agenda memimpin daerah, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid membuktikan bahwa pengabdian dan tradisi akademik bisa berjalan beriringan.

Orang nomor satu di Kota Tape itu resmi menyandang gelar doktor dengan predikat cumlaude dari Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Rabu (18/2).

Kepemimpinan publik dan prestasi akademik berpadu dalam diri Abdul Hamid Wahid. Bupati Bondowoso yang akrab disapa Ra Hamid itu menuntaskan Ujian Disertasi Terbuka dengan capaian membanggakan.

Di hadapan dewan penguji, ia mempertahankan disertasi berjudul “Manajemen Pembiayaan Pesantren Berbasis Komunitas: Penguatan Layanan Pendidikan Melalui Sinergi Pesantren dan Perbankan (Studi Kasus di Pondok Pesantren Nurul Qadim Paiton dan Pondok Pesantren Al-Mashduqiah Kraksaan Probolinggo)”.

Riset tersebut mengupas model penguatan pembiayaan pesantren, melalui kolaborasi terstruktur dengan sektor perbankan. Dua lokus kajian yang diangkat adalah Pondok Pesantren Nurul Qadim Paiton dan Pondok Pesantren Al-Mashduqiah Kraksaan.

Ra Hamid yang juga dosen serta Rektor Universitas Nurul Jadid periode 2017–2025 itu, menggarisbawahi pentingnya membangun kolaborasi konkret antara pesantren dan perbankan.

Menurutnya, penguatan pembiayaan berbasis komunitas menjadi kunci menciptakan tata kelola yang transparan, mandiri, dan berkelanjutan bagi lembaga pendidikan berbasis pesantren.

Dalam paparannya, ia menekankan bahwa pesantren tidak cukup hanya kuat secara spiritual dan sosial. Ketahanan finansial yang terstruktur, profesional, dan akuntabel menjadi kebutuhan mendesak di tengah tantangan pendidikan Islam yang kian kompleks.

Model sinergi yang ditawarkannya dinilai mampu menjawab problem klasik pembiayaan lembaga pendidikan berbasis keagamaan. Pendekatan berbasis komunitas dinilai relevan dengan karakter pesantren yang tumbuh dari partisipasi sosial masyarakat.

Sidang doktoral tersebut dipimpin Dr. H. Saihan, serta Prof. Masdar Hilmy, sebagai Penguji Utama. Tim promotor dan penguji terdiri atas akademisi yang memiliki kepakaran di bidang manajemen pendidikan Islam.

Pihak rektorat Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember memberikan apresiasi, atas kualitas riset yang dinilai memiliki relevansi kuat terhadap dinamika kelembagaan pesantren saat ini.

Predikat cumlaude yang diraih menjadi bukti atas kedalaman analisis dan kontribusi akademik yang signifikan.

Dalam sambutannya, Ra Hamid menyampaikan rasa syukur sekaligus menegaskan bahwa gelar doktor tersebut bukan sekadar capaian personal.

"Kami berkomitmen menjadikan fondasi keilmuan sebagai pijakan dalam merumuskan kebijakan publik, khususnya di bidang pendidikan dan penguatan moderasi beragama," katanya.

Ia juga menutup dengan penegasan komitmen pengabdian.


"Alhamdulillah capaian ini adalah amanah besar untuk mengabdi dan memberikan kontribusi terbaik bagi umat, bangsa, dan dunia pendidikan," pungkasnya. (*)

Editor : M. Ainul Budi
#promosi doktor #Bupati Abdul Hamid Wahid #UIN KHAS Jember #Doktor #cumlaude #Bondowoso